ODGJ di Kutai Kartanegara Meningkat, Dinkes Bentuk Tim Kesehatan Jiwa

Ilustrasi ODGJ di Kukar. Istimewa

NewsKukar – Peningkatan jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar. Dalam merespons hal ini, mereka berencana membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, mengungkapkan hal ini pada Jumat (22/3/2024).

Supriyadi menjelaskan bahwa setiap tahun jumlah ODGJ mengalami peningkatan signifikan, bahkan hingga 100 persen. Pada tahun 2023, Dinas Kesehatan mencatat 855 orang masuk kategori ODGJ, yang setara dengan 1 persen dari total penduduk Kukar.

“Kami akan membentuk TPKJM, kami telah melakukan studi banding di Boyolali yang memiliki kader ODGJ setia desa. Model ini akan kami adopsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa koordinasi telah dilakukan dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Satuan Polisi Pamong Praja, dan camat untuk merealisasikan rencana ini.

Tim kecil ini akan bertugas melacak dan mendata ODGJ yang masih berkeliaran di jalanan, mengingat kondisi mereka yang tidak stabil dapat membahayakan masyarakat.

“Rencana pilot project (TPKJ) akan dimulai di Tenggarong dengan tiga kepala Puskesmas,” tambahnya.

Diharapkan dengan adanya TPKJM, ODGJ di Kukar dapat terlacak dan terdata dengan baik, sehingga dapat diberikan perawatan yang sesuai. Setelah sembuh, mereka akan diserahkan kembali ke keluarga masing-masing.

“Meski terkadang sulit karena beberapa ODGJ berasal dari keluarga yang kurang mampu, kami akan memberikan edukasi dan mencari solusi terbaik,” ungkap Supriyadi.

Dinsos Kukar menampung ODGJ di Panti Sosial di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. ODGJ yang membutuhkan perawatan medis akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Setelah kondisinya stabil, mereka akan dikembalikan ke Dinsos Kukar dan dicari informasi tentang keluarganya.

“Jika keluarga tidak ditemukan, mereka akan tetap ditampung di sana sementara waktu hingga keluarganya ditemukan,” pungkasnya.

Bagikan Berita

WhatsApp
X
Facebook
Print
Telegram

Berita Terkait

Tulis Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *