Kondisi tersebut karena Kota Balikpapan masih bergantung dengan daerah lainnya, seperti ketersediaan barang. Sedangkan bahan baku yang merupakan produksi lokal Kota Balikpapan hanyalah batu bata.
“Karena memang masih bergantung dengan daerah lain. Batu gunung berasal dari Palu, pasir juga dari Samboja Kutaikertanegara,” ungkapnya.
Itu pun kata Andi, pasokan yang ada tidak bisa mencukupi kebutuhan pembangunan. Karena perajin batu bata masih bersifat tradisional yang banyak mengandalkan iklim dan cuaca.
Persoalan lainnya, yakni tenaga kerja dari luar daerah,karena panjangnya masa liburan yang diberikan bagi pekerja khususnya pada masa puasa dan lebaran. Sehingga pengembang harus memberikan ijin cuti hingga tiga bulan.
Begitu pun harga semen di Balikpapan belakangan ini juga mempengaruhi naiknya harga properti. Hanya saja pengaruh kenaikannya tidak terlalu signifikan karena pihaknya biasa menggunakan jasa ready mix untuk melakukan pengecoran.

One Response