Ilustrasi ABGNewsBalikpapan –

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memeriksa Wakil Wali Kota Tarakan terkait kasus pencabulan anak dibawah umur. Kehadiran Wawali Suhardjo Trianto menjadi saksi kasus siswi SMK Tarakan ini, Kamis (9/1) kemarin.

“Diperiksa menjadi saksi kasusnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Komisaris Besar, Fajar Setyawan saat dihubungi, Jumat (10/1).

Wawali Tarakan diperiksa di ruang penyidik Sub Direktorat Remaja, Anak, dan Wanita Direktorat Resersi Kriminal Umum Polda Kaltim. Suhardjo didampingi Darwis Manurung, penasihat hukumnya.

“Saya ditanyai sekitar 17 pertanyaan penyidik,” katanya singkat.

Korban sendiri sudah mengaku Suhardjo Trianto turut mencabuli dirinya. Selainnya adalah seorang guru SD di Tarakan yang justru lebih dahulu ditangkap polisi.

Kepada penyidik, korban mengaku melakukan aksi bejat ini di sofa rumah jabatan Wawali Tarakan saat istrinya sedang ke luar kota.

Korban saat itu sedang menjalani program magang dari sekolahnya dan bertugas di Pemkot Tarakan.

Polres Tarakan sudah pernah memeriksa Suhardjo di Mapolres Tarakan sampai kemudian kasusnya dilimpahkan ke Polda Kaltim.

“Semua perkara yang melibatkan pejabat tinggi daerah memang harus melibatkan penyidik dari Polda,” kata Fajar.

Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan semua yang disebutkan Mawar. Bukti tersebut mulai dari keterangan saksi hingga hasil visum Mawar.

Sejak kasus ini mencuat dan ramai diberitakan media, Suhardjo sudah tidak lagi berkantor di Balai Kota. Ia juga tidak lagi ada di rumah jabatannya maupun di rumah pribadinya di Jalan Seroja, Karang Anyar, Tarakan.

Pencarian Populer:

alamat rumah dinas wawali balikpapan