Wahyu mengatakan perlu ada penataan kembali operasional warnet di Balikpapan. Konsumen pengguna warnet di Balikpapan mayoritas adalah para pelajar untuk kepentingan bermain games.

“Kami harapkan ada manajemen waktu yang lebih tepat terkait operasional warnet. Waktu operasional ini memang menyangkut bisnis tetapi juga harus dipertimbangkan efeknya bagi lingkungan sekitar,” paparnya.

Dia meminta 27 kelurahan di Balikpapan mendata kembali jumlah warnet yang berada di lingkungan tugasnya. Nantinya, tambah Wahyu, kerja sama dengan satuan polisi pamong praja bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah pelajar yang berada di warnet.

Selain itu, para pengusaha warnet juga harus menerapkan prinsip penyaringan kepada pelanggan yang ingin menggunakan warnet. Para pelajar yang menggunakan warnet harus diberi batasan waktu agar tidak melebihi waktu wajar untuk bermain.

Namun, Wahyu belum menyebutkan batas waktu ideal para pelajar diperkenankan browsing di warnet Balikpapan. Penyesuaian tersebut, tambah Wahyu, juga harus diberlakukan dengan kewajaran dalam menjalankan roda usaha warnet.