NewsBalikpapan –

PT Asuransi Astra Buana Area Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan terjadi penurunan klaim kecelakaan kendaraan bermotor di ‘Kota Beriman’ selama 2017 ini. Warga Balikpapan memang sudah terkenal sebagai kota yang tertib rambu lintas serta penerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Kementerian Perhubungan.

“Terjadi penurunan hingga 17 persen dibandingkan tahun 2016,” kata Kepala PT Asurans Astra Balikpapan, Lindung Kurniawan, Jumat (17/11).

Lindung mengatakan, klaim kecelakaan kendaraan bermotor Balikpapan tercatat sebanyak 2.136 pada 2016 lalu. Adapun hingga bulan September lalu, dia menyebutkan klaim asuransi Astra hanya sebanyak 1.766 kasus.

“Periode bulan yang sama di dalam dua tahun terakhir ini,” katanya.

Penurunan jumlah klaim asuransi kendaraan ini, menurut Lindung membuktikan tingkat kesadaran berlalu lintas mayoritas masyarakat Balikpapan. Masyarakat Balikpapan secara sadar membudayakan  tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari hari.

“Kalau dibandingkan kota besar lain di Indonesia, Balikpapan terbilang kecil angka kecelakannya,” paparnya.

Sehubungan itu, Lindung menilai, bisnis asuransi kendaraan bermotor menjadi industri menjanjikan bagi penyedia jasa asuransi saat ini. Pemegang polis asuransi Astra di Balikpapan mencapai 1.236 per bulan September lalu.

“Bisa dikatakan, penyedia jasa asuransi menjadi bisnis menjanjikan disini. Dipastikan akan untung,” ujarnya.

Lindung menyatakan, polis asuransi kendaraan bermotor yang tidak tertagih menjadi keuntungan bagi penyedia jasa asuransi otomotif. Astra Asuransi secara nasional mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 72 miliar berdasarkan laporan 2016 silam.

“Pendapatan kami dari pengelolaan polis asuransi dari setiap dana disetor nasabah. Polis asuransi yang tidak tertagih menjadi bagian pendapatan per tahunnya,” ujarnya.

Namun demikian, Lindung menjamin pembayaran klaim polis asuransi kendaraan bermotor sesuai persyaratan sudah disepakati bersama. Asuransi Astra memberikan jaminan hingga penggantian kendaraan baru bagi klien yang mengalami kerusakan diatas 75 persen.

“Kami memiliki tim investigasi untuk menentukan tingkat kerusakan kendaraan bermotor klien. Bila rusaknya parah akan diberikan penggantian sesuai kendaraan pemegang polis asuransi,” tuturnya.

Selain itu, Astra Asuransi Balikpapan memberikan layanan jasa gratis mobil derek bagi klien yang mengalami kerusakan di jalanan. Mobil derek ini membantu membawa mobil yang rusak menuju bengkel yang sudah disepakati.

Lebih lanjut, Lindung menyampaikan, faktor human error mendominasi tingkat kecelakaan berlalu lintas di Indonesia. Menurutnya, adanya asuransi kendaraan mampu meniminalisir kerugian akibat kecelakaan kendaraan saat ini.

Astra Asuransi hingga kini masih menjadi yang terdepan dalam pemberian layanan keamanan kendaraan bermotor. Mereka memberikan perlindungan bukan hanya fisik kendaraan, namn juga jiwa dan pihak ketiga.

“Misal, bila seseorang pemegang polis di Astra mengalami kecekakaan menabrak warung. Maka ganti rugi santunan dan isi warung bisa diklaim,” sebutnya.

Hingga saat ini, Astra Asuransi menjamin kerugian akibat berbagai faktor diantaranya tabrakan, benturan, tergelincir, terperosok, kebakaran dan kejahatan. Selain itu, juga kerusakan akibat peristiwa kecelakaan penyeberangan kapal dibawah pengawasan Dirjen Perhubungan Darat.

“Misal dari Balikpapan ke Penajam naik kapal Feri lalu tenggelam, ini masih bisa dicover asuransi,” tuturnya.

Namun demikian, pemegang polis asuransi juga harus mematuhi beberapa hal yang mempengaruhi pembayaran klaim diantaranya keikutsertaan lomba, pawai, kampanye, penggelapan hingga ketidak patuhan rambu lalu lintas.

“Bila sopirnya tidak memegang SIM akan berdampak terhadap pembayaran klaim asuransinya,” sebutnya.