Hutan hijau BalikpapanBalikpapan –

Waduk Hutan Lindung Sungai Manggar Balikpapan Kalimantan Timur terancam limbah peternakan ayam, babi dan rumah tangga. Waduk ini menjamin pasokan air baku bagi PDAM Balikpapan.

“Ada sejumlah peternakan di kawasan tersebut, seperti ternak ayam, babi dan limbah rumah tangga,” kata Lurah Karang Joang, M Subli, Selasa (16/7).

Subli mengkhawatirkan kualitas air waduk ini yang jadi konsumsi masyarakat Balikpapan.  PDAM Balikpapan mengandalkan persediaan air olahan dari waduk berdaya tampung sebanyak 9,7 juta MMP lewat pasokan curah air hujan serta anak sungai setempat.

Subli mengatakan ada ratusan keluarga dan peternakan yang menempati wilayah sepanjang sungai di waduk tersebut. Kondisi ini memperparah kualitas air waduk yang berada di kawasan hutan lindung sejak 1996 silam.

“Ada sekitar 3 hingga 4 RT, sudah ada pembicaraan soal pembebasan dan relokasi,” terangnya.

Saat ini, Subli mengatakan Pemkot Balikpapan sudah menyiapkan anggaran relokasi warga keluar dari kawasan hutan lindung sungai Manggar. Ada penolakan dari warga saat ada penawaran relokasi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan Fachruddin mengatakan sedang meneliti tingkat pencemaran waduk. Hasil uji kimia air waduk menjadi dasar untuk penentukan kebijakan pemerintah daerah.

Sementara ini, Fachruddin mengatakan akan membangun sistim penampungan limbah dari kawasan masyarakat setempat. Limbah warga nantinya dipastikan tidak mencemari air baku waduk Manggar ini.

“Karena tidak direlokasi, makanya kita bangun tempat penampungan jadi buangan limbahnya masuk ke sistem, tidak lagi ke waduk itu,” ujarnya.

DPRD Balikpapan sedang merancang peraturan daerah untuk melindungi pasokan air Waduk Manggar. Kajian dengan menggandeng tim ahli Universitas Gajah Mada untuk rekomendasi  dalam perlindungan Waduk Manggar.

Waduk Manggar menjadi pasokan air baku untuk PDAM Balikpapan dengan kedalaman 10 meter. Waduk Manggar juga sangat baik untuk dikembangkan menjadi objek wisata dan sarana olahraga.