“ Memang kita kewalahan menangani permintaan KB MOP( medis operasi pria). Kewalahan bukan karena personil pelayanan melainkan karena anggaran sangat terbatas. Kita juga banyak datang permintaan dari anggota TNI tapi memang belum dapat dilayani. Mungkin tahun depan,” terang Kabid KB Marnani B, kemarin.

Anggaran untuk Vasektomi dan Tubekstomi didapat dari alokasi APBN. Tahun 2011 ini Balikpapan hanya dapat melayi untuk 21 peserta laki-laki dan perempuan berjumlah 297 dengan alokasi per MOP Rp550 ribu sedangan per MOW sebesar Rp500 ribu.

“Untuk tahun depan kita belum tahu dapat berapa dari APBN bagi peserta baru program KB vasektomi dan Tubekstomi,” ujarnya.

Saat ini di Balikpapan berdasarkan pendataan keluarga, diketahui jumlah peserta KB vasektomi sebanyak 220 orang, sedangkan Tubekstomi sebanyak 2674 MOW.

“Program KB pasektomi disini sekitar tahun 1990. Kita minta bagi peserta KB pria yang mampu bisa menjalankan vasektomi mandarin tanpa dibiaya negara. Sedangkan yang belum tertangani bisa menggunakan jenis program lainya seprti pil atau kondom,” katanya.

Marnani mengaku belum mengetahui jumlah persis peserta KB yang menggunakan dana APBD dan KB mandiri. “ soal itu belum ada datanya,” tambahnya.

Untuk dokter yang melayani peserta KB Vasektomi dan Tubekstomi, Balikpapan memiliki sekitar 15 dokter   yang menangani perserta KB jenis vasektomi dan Tubekstomi.