Saat ini DPKP Kota Balikpapan belum bisa memastikan apakah ulat bulu yang menyerang rumah warga tersebut sama seperti dengan wabah penyebaran ulat bulu seperti yang pernah terjadi di pulau Jawa dan Bali.

“Memang Itu bukan kecil, mungkin karena kondisi iklim panas dan hujan kita sulit perdiksi. Cuaca ini merangsang jenis hewan masa hidupnya pendek menetas, jadi kepompong. Ulat bulu jadi kepompong terus jadi kupu-kupu.” jelasnya.

Karena itu DPKP Kota Balikpapan akan meneliti lebih jauh sumber penyebaran ulat bulu itu.Katanya bisa menimbulkan alergi gatal-gatal. Namun sejauh ini belum ada laporan warga yang mengalami gatal-gatal akibat wabah ulat bulu itu.

“Kita lihat klasifikasinya, ini belum wabah. Kalau masih ada juga kita semprot kembali,” terangnya.

Chaidar meminta masyarakat untuk aktif melaporkan ke DPKP jika ada gangguan ulat bulu yang tidak bisa dikendalaikan. “Laporkan saja dan kita semprot dengan insektisida dimana sih sumber-sumber, kalau masih ada kita lanjutkan terus penyemprotan,” ucapnya.

 

Pencarian Populer:

mewabahnya ulat bulu, berita mewabahnya ulat bulu, Berita tentang mewah nya ulat bulu, informasi mengenai mewabahnya ulat bulu, artikel tentang mewabahnya ulat bulu