sekolahBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menunda pelaksanaan ujian nasional hingga, Jumat 18 April mendatang. Penyelenggaraan ujian hari ini resmi ditiadakan menyusul terlambatnya materi lembar ujian dari Kementerian Pendidikan Nasional, Senin (15/4).

“Jadi UN itu mengalami dua kali perubahan, tapi karena ada masalah tekhnis di pusat jadi ditunda menjadi tanggl 18 April,” kata Kepala Dinas Pendidikkan Kota Balikpapan Heri Misnoto, Senin (15/4).

Meski begitu kata Heri, pihaknya juga tidak bisa menjamin, pelaksanaan UN bisa digelar Kamis, jika materi ujian belum seluruhnya diterima. “Seharunya hari Rabu seluruh materi UN sudah masuk , paling tidak Selasa malam sudah masuk semua, jadi Rabu sudah bisa didistribusikan, tapi ini tadi pagi datangnya 42 koli,” ucapnya.

Menurutnya, materi ujian yang dikirim dari pusat tersebut, tidak langsung diserahkan ke Dinas Pendidikkan Kota dan Kabupaten. Karena materi ujian itu diserahkan ke Koordinator Pengawas di Provinsi dalam hal ini Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang merupakan Koordinator Pengawas di kaltim.

“Jadi mekanismennya dari Pusat ke Koordinator Pengawas, lalu kemudian diserahkan ke Dinas Provinsi dan kemudian baru di serahkan ke 14 Kabupaten dan kota, jadi ada tahapan yang dilalui, karenanya kita berharap paling tidak Rabu seluruh materi ujian sudah diterima di Balikpapan,” tuturnya.

Namun Heri membantah, ditundanya pelaksnaan UN berpengaruh pada kesiapan dan mental siswa. Bahkan kata Heri, ditundanya UN justru menguntungkan siswa untuk lebih mendalam dalam persiapan. “Tidak masalah justru mereka bisa lebih belajar lagi, selama tiga hari ini mereka bisa belajar lagi, jadi tidak ada pengaruhnya meski diundur,” ucapnya.

Dia menambahkan, di Balikpapan jumlah siswa yang ikut UN seluruhnya, termasuk kejar paket C mencapai 7.526 orang. “Jumlah itu kalau untuk SMA ada 3.622 siswa dan SMK 3.736 Siswa sedangkan paket C 168 orang,” ujarnya.

Heri juga membantah, ada siswa yang hamil dan terlibat criminal sehingga tidak bisa mengikuti UN. “Tidak ada itu, semua bisa ikut, tidak ada yang sakit, apalagi terlibat criminal, tidak ada sama sekali, seluruhnya bisa ikut UN, yang tidak ikut itu karena dia memang tidak mau ikut, artinya tidak hadir saat pelaksanaan,” bebernya.

Akibat diundurnya pelaksaan UN tersebut, berdampak kepada persiapan maupun keberangkatan pengawas UN yang akan bertugas khususnya di wilayah perbatasan maupun pedalaman yang seluruhnya berasal dari Universitas Mulawarman.

“Tentu memang akan sangat berpengaruh, karena kebanyakan (pengawas) yang akan bertugas sudah pesan tiket sampai tiga kali, kemudian justru diundur lagi,” kata Kepala Biro Akademik dan Administreasi Kampus Unmul Maskan Abdul Fatah.

Kendati demikian, karena merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban, pihaknya tidak mempersoalkannya. Secara keseluruhan, jumlah pengawas UN di Kaltim sekitar 512 orang, masing-masing sekolah ada satu pengawas.

“Kita sempat tanyakan ini ke Unmul tapi karen tugas ini, kita kawal tugas negara jadi soal tiket kita pikirkan belakangan,” katanya.

Menyangkut, dokumen materi UN yang sudah datang dari Pusat, sejak Jumat dan sabtu malam sudah datang 161 koli. “Untuk hari ini ada 80 koli yang datang. Ada 40 koli yang datang tadi pagi dan 40 koli datang sore,” tuturnya.