“Kalau pemotongan tunjangan sertifikasi guru tidak ada. Kalau penghentian justru ada  dari pusat. Tahun 2010 lalu ada sekitar 10 guru yang dihentikan tunjangan sertifikasinya,” jelasnya.

Wahyuningsih yang akrab disapa Yuyun mengatakan selain karena alasan kurang mengajar selama 24 jam, juga disebabkan  karena guru yang bersangkutan menduduki jabatan structural sehingga tidak bisa lagi mengajar.

“Selain itu alasan dihentikan uang tunjangan sertifikasi karena guru sakit menahun, atau tengah menjalani tugas belajar lebih dari enam bulan. Selama yang bersangkuta tidak dapat memenuhi kewajiban mengajar minimal24 jam ya dihentikan dulu. Tapi bisa kembali lagi jika sudah mengajar secara profesional,” terangnya.

Menurutnya untuk tahun 2011 lalu, pihak disdik kota masih melakukan pendataan guru-guru yang dihentikan pemberian tunjangan sertifikasi. “ Yang menghentikan dari pusat. Kita yang usulkan dan laporkan ke sana (pusat). Tahun 2011 masih kita data,” katanya.