Tugu AustraliaNewsBalikpapan –

Organisasi masyarakat Balikpapan Kaltim menyegel Tugu Australia yang merupakan tugu sejarah keberadaan Australia di Kota Minyak itu, Rabu (27/11). Selain melakukan aksi penyegelan, mereka juga membakar bendera Australia dan berorasi di PT Thies yang disebut perusahaan Australia.

Mereka menumpahkan kekesalan atas sikap arogan Australia dalam penyadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka meminta pekerja asing asal Australia untuk keluar menemui  para pendemo dan sehingga mereka bisa menyampaikan aspirasi.

“Temui kami. Saya jamin kalian tidak kami perlakukan yang tidak baik,” kata  Koordinator aksi Ronald.

Managemen PT. Thies mempersiahkan perwakilan aksi demo, untuk masuk kedalam. Beberapa Perwakilan pendemo diantaranya Koordinator Aksi Ronald dan Ketua Laskar Merah Putih Balikpapan Arsyad Canu.

Mereka diterima oleh managemen PT. Thies yakni Joko Setianto selaku Kepala cabang Pt. Thiess Balikpapan, Ekternal Relation Makmur dan sejumlah personil  didampingi Kapolres Balikpapan AKBP Andi Azhar di salah ruang kantor Theis.

“Kami menyatakan prihatin atas situasi ini. Untuk orang asing mereka sifatnya komuter/ mobile kelilng disatu proyek ke site lain. Kalau disini tempat persinggahan saja sebagai perwakilan pusat,” ujar Joko Setianto saat pertemuan.

Kata Setiono, aspirasi yang disampaikan tersebut, akan diteruskan ke managemen PT. Thiess di Kantor Pusat.  Seluruh karyawan berkebangsaan Australia sudah pulang ke Negara asal.

” Apa yang disampaikan akan kami  sampaiakan kepimpinan. Kami mohon maaf karena tidak bisa menghadirkan pekerja asing kita karena Sejak kasus ini mencuat, ada sedikit ketakutan.Tenaga Asing kita untuk diminta kembali negara, jadi disini memang sudah tidak orang asing,” paparnya.