sumur migasNewsBalikpapan –
Total E&P Indonesie melaksanakan 1.200 komitmen pengadaan barang dan jasa sektor minyak dan gas senilai 1 miliar US dolar atau Rp 11 triliun pada 2014 ini. Rekanan perusahaan asing Perancis ini jadi penunjang proses eksplorasi maupun eksploitasi migas di Blok Mahakam Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

“Nilainya mencapai 1 miliar US dolar sesuai kesepakatan dengan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Minyak dan Gas),” kata Head of Division Contract & Procurement Total E&P Indonesie, Imam Herawadi, Rabu (30/4).

Imam mengatakan komitmen pengadaan barang dan jasa tersebut dibutuhkan untuk pemeliharaan sumur sumur migas Blok Mahakam. Saat sekarang ini, Blok Mahakam memiliki sebanyak 107 sumur migas lama serta 111 sumur migas pengembangan.

“Ada penurunan produksi 6 persen di Blok Mahakam,” paparnya.

Realisasi produksi gas Blok Mahakam mencapai 1.750 MMCFD pada akhir Maret lalu. Adapun realisasi produksi minyak sebesar 66.400 barrel oil per day.

“Realisasi produksi diatas proyeksi kami. Proyeksi gas 1.660 MMCFD dan minyak 62.900 barrel oil per day,” ungkap Imam.

Produksi migas 2014 ini, kata Imam menurun dibandingkan realisasi tahun 2013 yaitu gas 1.757 MMCFD dan minyak 67.800 barrel oil per day. Menurutnya penurunan produksi tersebut disebabkan mayoritas sumur sumur Blok Mahakam yang sudah tua.

Imam mengatakan sumur sumur migas Blok Mahakam membutuhkan pemeliharaan untuk menjaga produksinya. Total E&P Indonesie menyiapkan anggaran sebesar 2,4 miliar US dolar untuk biaya pemeliharaan sejumlah sumur migas di Peciko, Tunu, South Mahakam, Senipah dan Rubi.

Deputi Eksekutif Wakil Presiden Operasi dan Manager Area Kalimantan Timur, Agus Suprijanto menegaskan pihaknya tetap berkomitmen dalam menjaga produksi migas Blok Mahakam. Belum adanya kejelasan perpanjangan kontrak dari pemerintah Indonesia, menurutnya tidak mempengaruhi komitmen pengadaan barang dan jasa Total E&P Indonesie.

“Biarpun kontrak belum ada kejelasan pada 2017 nanti, pengadaan barang dan jasa tetap besar,” tuturnya.

Agus berdalih Total E&P Indonesie butuh energi extra dalam pemeliharaan sumur sumur migas Blok Mahakam. Pemeliharaan sumur sumur ini dibutuhkan guna menjaga produksinya yang sedikit mengalami penurunan 2014 ini.

“Sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.