Pemerintah Indonesia, kata Hadi telah menunjuk Total Indonesie sebagai pengelola tiga blok berpotensi menghasilkan minyak gas. Total Indonesie dianggap punya pengalaman mengelola sector minyak gas di blok Mahakam Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

“Ini nantinya menjadi lapangan baru minyak gas Total,” paparnya.

Untuk blok Mentawai dan Kalimantan, menurut Hadi berada di kawasan laut dalam ekslporasi off shore. Sedangkan lokasi West Papua berada di suatu kawasan yang identik dengan delta blok Mahakam.

“Keduanya adalah kawasan laut dalam, sedangkan West Papua berada di kawasan delta, seperti halnya lokasi blok Mahakam,” ujarnya.

Total Indonesie, lanjut Hadi akan memulai tahap eksplorasi seismic pada akhir tahun 2012 ini. Dengan tahap seismic ini, dia berharap dapat diketahui lokasi maupun kandungan minyak gas di tiga blok milik Total Indonesie itu.

“Kami belum tahu besaran kandungan migas di tiga blok ini sehingga tentunya perlu dilakukan proses seismic,” ujarnya.

Hadi mengakui pengembangan lapangan minyak gas Total Indonesie mulai dipusatkan di wilayah Indonesia timur dimana masih banyak lokasi menyimpan kandungan kekayaan alam tinggi. Kawasan Indonesia bagian barat sudah terlalu padat dengan proses eksploitasi perusahaan perusahaan migas lainnya.

Namun demikian, Hadi memastikan Total Indonesie masih berambisi untuk meneruskan kontrak pengelolaan blok minyak gas Mahakam yang berada di Kutai Kartanegara. Pemerintah Indonesia dan Total sedang dalam proses negosiasi perpanjangan pengelolaan blok Mahakam yang berakhir 2017 nanti.