. Arividya Noviyanto, VP Human Resources, General Services & Audir, and Corporate Communication Total E&P Indonesie

. Arividya Noviyanto, VP Human Resources, General Services & Audir, and Corporate Communication Total E&P Indonesie

Balikpapan –

Total E&P Indonesie menyatakan keinginan untuk kembali menjadi operator di Blok Mahakam yang kontraknya akan habis pada 2017 mendatang. Arividya Noviyanto, VP Human Resources, General Services & Audir, and Corporate Communication Total E&P Indonesie, mengatakan pihaknya siap untuk melanjutkan pengelolaan Blok Mahakam baik dengan menjalankan skema yang telah ada ataupun bekerja sama dengan Pertamina.

“Kami mengikuti apapun keputusan pemerintah karena kami hanya sebagai pelaksana di lapangan,” ujarnya, Kamis (17/1).

Menurutnya Total E&P Indonesia pernah menawarkan beberapa skema yang mungkin bisa disepakati dalam pengelolaan Blok Mahakam. Opsi pembaruan kontrak, seperti yang selama ini dilakukan bersama dengan Inpex, menjadi skema awal yang ditawarkan.

Selanjutnya, skema saham sebesar masing-masing sebesar 33% bagi Total dan Inpex, serta 34% bagi Pertamina menjadi opsi yang juga pernah ditawarkan. “Kemudian ada juga usulan kalau Pertamina yang mendapat 51% serta Total dan Inpex mendapat 49%. Namun, masih belum disepakati hingga saat ini,” tukasnya.

Adapun mengenai kerja sama dengan pemerintah daerah, pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengaku ingin memperoleh hak pengelolaan Blok Mahakam melalui participating interest sebesar 10%. Pemprov Kaltim bahkan telah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna bekerja sama dengan Pertamina dalam pengelolaan blok tersebut.