Brisou mengatakan pembangunan anjungan lepas pantai diawali dengan bangunan paling atas serta pemasangan jaket. Pembangunan anjungan beserta jaket, menurutnya butuh peralatan extra modern serta tenaga tenaga ahli dibidangnya masing masing.

“Bangunan atas dan jaket ukurannya raksasa, panjangnya mencapai 64 meter dan menjangkau hingga dasar laut,” ungkapnya.

Jaket dan anjungan blok south Mahakam mempergunakan desain tripod yang kali pertama di industry minyak gas Indonesia. Tiang baja tripod dianggap lebih efisien biaya dibandingkan teknologi quadirpod yang umum dipergunakan saat ini.

Brisou menuturkan pemasangan jaket pertama telah berjalan sukses pada 19 februari lalu. Saat ini tinggal pemasangan jaket ketiga, instalasi deck dan memasukan dogleg.

“Karena ukurannya yang raksasa, tidak gampang memasang jaket ini. Harus tepat di titik lokasi pengeboran kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Brisou kembali menekankan komitmen Total Indonesie dalam pengelolaan blok Mahakam yang selama ini dipercayakan Pemerintah Indonesia. Menurutnya bukan jadi perkara gampang dalam menangani industry minyak gas di kawasan delta yang kedalamannya hanya 2 hingga 3 meter saja.

“Karenanya di industry ini ada 10 ribu tenaga kerja serta 400 angkutan transportasi kapal, baik besar dan kecil. Produksi Total di Indonesia pernah tertinggi tahun lalu sebelum akhirnya kalah dari Angola,” paparnya.

Blok south Mahakam diproyeksikan mampu memproduksi gas sebesar 250 MMSCFD. Dengan ada sumur baru ini produksi gas Total Indonesie pada 2013 mendatang akan melonjak jadi 2.550 MMSCFD.

Lapangan South Mahakam terdiri dari tiga anjungan yang mampu berproduksi gas. Masing masing anjungan tersebut mampu memproduksi gas secara terus menerus.

Total Indonesie memiliki sekitar 1.100 sumur minyak gas yang hampir setengahnya atau sebanyak 660 mampu berproduksi. Hingga kini, perusahaan minyak gas ini mampu memproduksi sebanyak 2.300 MMSCFD gas dari blok Delta Mahakam.

Total Indonesie sedang mengembangkan produksi minyak gas di site Senipah, Peciko – South Mahakam (SPS), South Mahakam, Peciko dan Rubi.

Selain gas, data wartawan mencatat site SPS juga menghasilkan 68 ribu barrel minyak mentah hasil eksploitasi South Mahakam, Peciko dan Rubi. Produksi gas SPS Total terbagi untuk kepentingan suplai permintaan luar negeri.

Total Indonesie mampu memproduksi 2.300 MMSCFD serta 68 ribu barel minyak mentah untuk setiap harinya. Produksi Total Indonesia bersumber dari ladang minyak Bekapai, Peciko, South Mahakam, Tambora CPU, SPS, Handil, centra processing unit, north processing unit dan south processing unit.