NewsBalikpapan –

Kepala Desa Tani Baru Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Ilyas mendadak menyatakan bagaimana nantinya saat Total E&P Indonesie (TEPI) hengkang dari Blok Mahakam. Desa Tani menjadi salah satu penerima manfaat program corporate social responsibility (CSR) yang merupakan operator blok minyak gas Blok Mahakam.

“Entah apa nantinya saat sudah tidak ada Total lagi disini,” kata Kepala Desa Ilyas saat ditemui, Sabtu (6/5).

Ilyas mengatakan, TEPI berkontribusi penting dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar Delta Mahakam lewat berbagai program pendidikan, kesehatan, religius hingga infratruktur. Turut pula membantu pengadaan sarana genset listrik guna menerangi warga di area 6 RT tersebar di Desa Dusun Tani.

“Sebelum ada bantuan dari PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri. Total sudah membantu pengadaan listrik duluan disini. Sekarang ini gensetnya lebih besar kapasitas 200 Kwh. Cukup untuk kebutuhan malam hari masyarakat disini,” ungkapnya.

Selama ini, Ilyas mengakui Desa Tani Baru juga memperoleh alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) (Rp 1,1 miliar) dan Dana Desa (Rp 300 juta) (DD) pada tahun 2017. Menurutnya, alokasinya mayoritas terserap untuk kebutuhan honorarium aparatur Desa Tani  yang mencapai Rp 900 juta per tahunnya.

“Mayoritas untuk keperluan honor pegawai disini yang totalnya sebanyak sembilan pegawai. Kalau honor operator genset listrik berasal dari iuran masyarakat penggunanya,” ujarnya.

Alokasi ADD dan DD tahun 2017, kata Ilyas sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya yang menembus angka Rp 3 miliar per tahunnya. Pemerintah pusat dan daerah membatasi pencairan ADD dan DD menyusul penurunan nilai bagi hasil industri migas Blok Mahakam.

“Dulunya alokasinya bisa mencapai lebih tinggi lagi, sekarang sudah turun hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya,” paparnya.

Namun demikian, Ilyas mengakui masyarakat Desa Tani Baru masih tergantung berbagai program CSR diberikan di area Delta Mahakam. Dia berharap, operator baru Blok Mahakam nantinya lebih baik dalam menjalankan berbagai program CSR di Desa Tani Baru.

Humas TEPI, Kristanto Hartadi mengatakan, perusahaanya rutin menggelontorkan anggaran CSR masyarakat area operasi Blok Mahakam. Menurutnya, TEPI berkomitmen dalam membantu membangun sumber daya masyarakat (SDM) area Delta Mahakam yang dihuni puluhan desa dan dusun.

“Selama puluhan tahun disini, TEPI komitmen bertumbuh kembang bersama masyarakat,” tegasnya.

Kristanto mencontohkan, pembangunan sarana pendidikan SDN 014, SMP 4 dan SMA Terbuka Desa Tani Baru berikut jembatan kayu sepanjang 7 kilometer. Sekolah ini terpencil dari dunia luar serta berinteraksi dengan masyarakat Desa Tani Baru, Kampung Makassar dan Muara Ilo.

“Kami mengalokasikan program CSR pembangunan jembatan senilai Rp 3 miliar. Jembatan kayu terbuat dari ulin sejauh 7 kilometer menghubungkan Desa Tani Baru – Kampung Makassar dan Muara Ilo,” paparnya.

Selain itu, Kristanto menyebutkan, bantuan sapi dan pengelolaan limbah biogas masyarakat Kelurahan Teluk Pamedas. Dia menyebutkan, masyarakat setempat mampu mengembangkan secara mandiri berbagai program CSR sudah dijalankan TEPI.

Soal kebutuhan air bersih, TEPI juga mengalokasikan bantuan totalnya sebesar Rp 1 miliar pada warga Senipah. Menurut Kristanto, TEPI mendorong masyarakat agar mampu secara mandiri mengelola air bersih bagi kebutuhan 700 rumah tangga di 16 RT Kelurahan Senipah.

“Harapannya agar masyarakat bisa mandiri saat sudah tidak ada lagi TEPI disini,” ujarnya.

Warga Kelurahan Senipah selama ini terbentur pengadaan bagi masyarakat setempat. Masyarakat Senipah hanya mengandalkan pasokan air hujan yang terbilang jarang mengguyur di Kalimantan.

Kristanto menyatakan, TEPI mengakhiri kontrak sebagai operator Blok Mahakam di penghujung akhir tahun 2017 nanti. Pemerintah Indonesia resmi menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola Blok Mahakam menggantikan TEPI.

Kristanto mengharapkan, program program CSR TEPI nanti dilanjutkan Pertamina sebagai operator baru Blok Mahakam. Selama ini, dia menyebutkan, TEPI berupaya maksimal mendorong pengembangan masyarakat Senipah yang fokus dibidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Humas PT Pertamina Area Kalimantan, Alicia Irzanova mengatakan, pihaknya komitmen dalam menjalankan program program CSR di seluruh wilayah operasinya. Dia mencontohkan pengembangan masyarakat di beberapa wilayah operasi Pertamina diantaranya Pulau Bunyu, Tarakan, Samboja, Penajam Paser Utara, Balikpapan dan beberapa kota lain di Kalimantan.

“Kami akan komitmen dalam pelaksanaan CSR di beberapa tempat,” jelasnya.

Berkenaan CSR di Blok Mahakam, Alicia memastikan pihaknya akan melanjutkan sejumlah program operator terdahulu yang punya nilai guna bagi masyarakat. Pertamina berkomitmen memaksimalkan berbagai program sudah dilaksanakan TEPI di Blok Mahakam.

“Bagi masyarakat di Blok Mahakam agar tidak perlu resah dengan pergantian operator Blok Mahakam. Kami tetap komitmen dalam menjalankan CSR,” tuturnya.

Blok Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara akan habis masa kontrak pengelolannya di penghujung 2017 mendatang. TEPI merupakan menjadi operator pemerintah Indonesia selama 50 tahun ini. Pengelolaan Blok Mahakam merupakan kerjasama dua perusahaan dunia yakni Total dan Inpex Ltd.

Saat ini, Blok Mahakam berproduksi sebesar 1,64 BCFD gas dan 64 ribu BOD likuid (minyak dan kondesat). Pencapaian ini menjadi target dibebankan Blok Mahakam oleh pihak SKK Migas.

Selama tahun 2017 ini, TEPI memproyeksikan produksi Blok Mahakam di kisaran 1,43 BCFD gas dan 53 ribu BOD likuid. Penurunan produksi terjadi akibat sejumlah lapangan tua Blok Mahakam.