CPA TotalNewsBalikpapan –

Total E&P Indonesie belum bersepakat soal kerjasama pengolaan Blok Mahakam bersama PT Pertamina (Persero). Total dan Inpex saat ini sedang mengevaluasi penawaran 30 persen pengolaan blok kaya migas di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

“Masih kami evaluasi soal penawaran ini,” kata Presiden & General Manager PT TEPI, Hardy Pramono di Balikpapan, Selasa (16/2).

Hardy mengakui adanya penawaran resmi Pertamina dalam pengolaan Blok Mahakam pasca berakhirnya kontrak pengelolaan TEPI. Pemerintah sudah memberikan kewenangan Pertamina dalam kerja sama bisnis dengan operator yang kini masih eksisting Blok Mahakam.

“Perjanjiannya awalnya sudah dilakukan, sekarang tinggal evaluasi teknis bisnis antara TEPI dan Pertamina,” paparnya.

TEPI mengevaluasi teknis kerja sama sepertinya pengeboran, perawatan ladang migas, perencanaan projek baru hingga kesepakatan kontrak operasi. Menurut Hardy empat permasalahan ini yang membuat pihaknya harus berhati hati dalam melanjutkan kesepakatan kerjasama.

“Ibaratnya, kami diajak makan di rumah makan. Kami pikirkan dahulu, mungkin saja ditolak,” ujarnya.

TEPI sudah mengisyaratkan kepastian kerjasama dengan Pertamina akan diputuskan pada pertengahan tahun 2016 ini. Hardy menyebutkan saat ini sudah ada kepastian apakah TEPI bertahan ataukah hengkang sebagai operator Blok Mahakam.

“Sekitar bulan Juli – Agustus nanti akan kami sampaikan sikap soal Blok Mahakam,” tuturnya.

Kepala SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Nasvar Nazar mengatakan TEPI memiliki rekam jejak sempurna dalam pengelolaan Blok Mahakam selama 40 tahun ini. Produksi migas Blok Mahakam menjadi salah satu parameter ketahanan energy nasional.

“Rekam jejaknya sempurna selama ini dalam segi produksi hingga komitmennya,” paparnya.

TEPI dan INPEX menjadi operator pengelola Blok Mahakam sejak 1968 silam. Blok ini meliputi lapangan gas Peciko, Tunu dan lapangan gas kondensat Tambora serta lapangan minyak Bekapai dan Handil.

Total juga menjadi operator di lapangan gas Sisi-Nubi dengan partisipasi 47,9%. Operasi yang begitu besar menempatkan Total sebagai operator produsen gas dan minyak terbesar di Indonesia (dalam skala barel ekuivalen minyak).

 

Total saat ini menyuplai 80% kebutuhan gas kilang LNG Bontang dengan produksi pada 2014 sebesar 1.761 Bcf/d dan 67.600 bod untuk minyak dan kondensat.