Farid mengatakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk pertama kalinya meraih medali emas dalam cabang olahraga bergengsi sepak bola. Meskipun berada pada peringkat ke lima Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau, menurutnya terasa sangat sempurna saat dilengkapi lewat peraihan medali emas cabang sepak bola.

“DKI Jakarta boleh saja nomor satu di PON Riau, tapi medali emas bergengsi dimenangkan Kaltim,” paparnya.

Raihan medali emas ini, menurut Farid jadi momentum kebangkitan olahraga sepak bola bagi masyarakat Kalimantan Timur. Selain itu, katanya bisa mempersatukan para supporter sepak bola Kalimantan Timut yang selama ini terpecah lewat keberadaan tim Persiba Balikpapan, Persisam Putra Samarinda, Bontang FC dan Mitra Kukar.

“Sekarang kalau main bola antara Persisam versus Persiba jangan berantem lagi,” harapnya.

Farid mengharapkan kontingen Kaltim mampu menjaga prestasinya pada event PON mendatang yang akan diselenggarakan di Jawa Barat. Kurun waktu empat tahun harus dipergunakan semaksimal mungkin memupuk prestasi seluruh cabor masuk dalam PON Jawa Barat.

Manager tim sepak bola Kaltim, Dimas Aditya mengaku bangga dengan sambutan masyarakat Balikpapan atas kesuksesan meraih kesuksesan di PON Riau. Dia menyatakan kesuksesan pasti mampu diraih bila dalam pencapaiannya dibarengi kerja keras seluruh tim.

“Kami berusaha keras dan hasilnya adalah medali emas sepak bola PON Riau,” ujarnya.