Bambang mengatakan ketiga tersangka tersebut adalah pelaku teknis perawatan fisik jembatan di lapangan. Dia memastikan sudah ada pelaksananan perawatan selama dua hari jelang runtuhnya jembatan Tenggarong.

“Pada Kamis (24/12) sudah ada perawatan fisik jembatan hingga runtuh pada Sabtu silam. Artinya sudah ada pelaksanaan perawatan, seperti pengencangan baut baut sehingga berdampak runtuhnya jembatan,” paparnya.

Dalam proses penyidikan kasusnya, Bambang mengatakan para pelaku teknis lapangan berupaya saling melempar kesalahan satu dengan yang lainnya. Mereka juga mengaku belum melaksanakan teknis perawatan hingga runtuhnya jembatan Tenggarong.

“Saling lempar kesalahan, dipanggil tidak bisa. Demikian pula ketika di telpon tidak diangkat,” ungkapnya.

Karenanya, Bambang mempertimbangkan akan meminta penyidiknya untuk melakukan penahanan para tersangka jika dianggap mengganggu penyidikan. Polisi segera melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan sekaligus penahanan para tersangka.

“Bila menganggu penyidikan, nanti bisa saja kami tahan,” tuturnya. Polisi juga masih berupaya mengembangkan penyidikan dalam upaya penetapan tersangka baru lainnya.

Sudah lama polisi mengisyaratkan menetapkan tiga tersangka kasus runtuhnya jembatan emas Tenggarong Kutai Kartanegara. PT Bukaka Teknik Utama sebagai kontraktor pengerjaan pemeliharaan jembatan Tenggarong.

Penetapan tersangka berdasarkan keterangan saksi ahli yang sengaja didatangkan dari sejumlah akademisi Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada dan Universitas Diponegoro.

Saksi ahli memberikan kesaksian sehubungan teknik pengerjaan perawatan jembatan gantung. Hasil keterangan para saksi ini nantinya sebagai dasar penetapan tersangka kasus jembatan Tenggarong.

Polisi sudah memeriksa sedikitnya 40 saksi saksi yang dianggap mengetahui proses pengerjaan pembangunan hingga perawatannya. Polisi akan menjeratkan kasusnya dengan ketentuan pasal kelalaian sehingga berakibatnya tewasnya puluhan korban.

Pemeriksaan diintensifkan pada perusahaan kontraktor yang mengerjakan pemeliharaan Jembatan Tenggarong. Pegawai perusahaan yang sudah diperiksa yaitu

Sofiah dan M. Syahrial Fahrurrozi.

Tak hanya mengusut penyebab ambruknya jembatan, kepolisian juga menelusuri dugaan korupsi. Pengusutan dilakukan mulai pengerjaan proyek, pemeliharaan, sampai perbaikan jembatan.

“Kalau itu, Polda Kaltim yang akan menelusuri dugaan pidana dalam proses pembangunan jembatan,” tutur Bambang.