Kedua jemaah, kata Kusasi tergabung dalam kloter 6 dan 9 pemberangkatan embarkasi Balikpapan. Mereka meningggal saat melaksanakan tawaf memutari Kabah sehingga ada dugaan terinjak injak jemaah lain.

“Sampai saat ini informasinya, seperti itu, mungkin terjatuh-jatuh dan terinjak-injak. Karena kalau jatuh tidak ada yang berani mengangkat mereka,” kata Kusasi.

Sebenarnya kata Kusasi, sebelum menuju Mekah, para jamaah sudah dingatkan, agar berhati-hati saat akan melaksanakan Wakaf. “Kita sudah ingatkan agar hati-hati, jangan masuk saat keadaan menumpuk, karena ada waktu-waktu yang tidak menumpuk,” terangnya.

Sejauh ini kata Kasasi, jamaah asal embarkasi Balikpapan dalam kondisi yang baik saat akan menunaikan ibadah haji. “Mereka dalam kondisi yang sehat, karena sebelum berangkat ada pemeriksaan kesehatan juga,” ujarnya.

Dari sekitar sekitar 5352 jamaah asal Embarkasi Balikpapan, sekitar 50 jamaah berusia diatas 55 tahun. Karenanya kata Kusasi, pihaknya juga sudah mengingatkan petugas pendamping haji, untuk lebih memperhatikaan jamaah yang usianya sudah lanjut.

“Jadi memang kita selalu pantau juga, misalnya kalau mereka sakit dokternya juga kita ingatkan. Itu yang kita selalu waspadai,” imbuhnya.

Ia menambahkan, hingga kini jamaah yang berangkat dari Embarkasi Balikpapan sudah mencapai 5 ribuan. Jumat 12 Oktober, sekitar pukul 13.30 wita, kloter 13 menuju mekah.

“Jadi yang tersisa tinggal 2 kloter dari Balikpapan semuanya jamaahnya berasal Kaltim,” pungkasnya,

Rencananya kloter 15, kloter terakhir asal embarkasi Balikpapan akan berangkat menuju mekah 17 Oktober mendatang. Jamaah dari embarkasi Balikpapan, selain berasal dari 14 kota dan kabupaten di Kaltim, juga berasal dari Sulut dan Sulteng.