Balikpapan –

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menyiapkan layanan telpon alias wartel gratis bagi ratusan warga penampungan kebakaran lima RT di Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kalimantan Timur. Layanan telpon gratis ini bisa dipergunakan para korban menghubungi keluarganya yang berdomisili di luar Balikpapan.

”Bentuk kepedulian dan rasa simpati Telkomsel terhadap para korban, khususnya para anak–anak dan wanita yang melihat rumahnya hangus terbakar,”  kata Manager Umum ICT Region Telkomsel Kalimantan, Rahmad Putra Jaya, Sabtu (6/1).

Rahmad prihatin bencana kebakaran yang sudah merengut harta benda warga Balikpapan sekaligus menelan tiga jiwa warga setempat. Layanan posko telpon gratis diharapkan membantu komunikasi para korban dengan kerabat keluarganya berlokasi di luar daerah.

“Posko ini ini disiagakan 24 jam selama beberapa hari kedepan,” ungkapnya.

Teknisnya, Telkomsel menempatkan petugas yang berjaga selama 24 jam di lokasi penampungan korban kebakaran Klandasan  Lokasi posko ini tersedia empat peralatan komunikasi seluler yang gratis dipergunakan menghubungi keluarga korban.

“Ada peralatan kami di posko dan korban tinggal menyebutkan nomor telpon yang akan dihubungi. Semuanya gratis,” sebut Rahmad.

Sehubungan adanya kebakaran besar di Klandasan, Rahmad memastikan layanan Telkomsel berjalan normal di seluruh Balikpapan. Hingga kini, tidak ada laporan base tranceiver station (BTS) Telkomsel yang terkendala terdampak kebakaran Klandasan ini.

Selain bantuan sarana wartel gratis ini, Telkomsel menyediakan bantuan puluhan air mineral/bersih, selimut, pakaian layak pakai, handuk serta makanan ringan yang siap dikonsumsi dan digunakan untuk warga korban kebakaran. Bantuan yang diberikan Telkomsel ini diharapkan meringankan musibah kebakaran ini.

Kebakaran Klandasan Ulu menyisakan kesedihan bagi keluarga korban. Bencana ini menghanguskan 101 bangunan perumahan padat penduduk di Balikpapan.

Kebakaran selama lima jam ini juga menewaskan satu keluarga yakni Sri Aminah usia 35 tahun berikut dua anaknya Dafra usia 7 tahun dan Fauzan usia 3 tahun.  Ketiganya ditemukan dalam kondisi mengenaskan saling berpelukan antara satu dengan lainnya.

“Ada tiga korban jiwa akibat kebakaran ini,” kata salah seorang saksi kejadian, Kusni.

Kobaran nyala api merambat cepat melalap di kawasan perumahan padat yang berada tepat di belakang Kantor Pemkot Balikpapan. Belasan mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau pusat titik kobaran api yang berada tepat di pusat kawasan perumahan ini.

Kusni  menyebutkan keluarga korban tewas ini terjebak di dalam kepungan api yang sudah membesar tanpa kendali. Warga sempat meneriakinya agar loncat dari bangunan lantai tiga guna menghindari api yang sudah merembet di lantai dasar bangunan rumahnya.

“Dia tinggal di lantai 2 bersama anak-anak ada dua. Diminta loncat sama kita ngak mau padahal api sudah membesar,” sesalnya.

Ada dugaan Sri Aminah berupaya menyelamatkan dua orang anaknya yang masih terjebak dalam kepungan api di lantai dasar rumahnya. Akhirnya ketiganya meregang nyawa terpanggang hidup hidup dalam peristiwa kebakaran ini.

Hanya anak tertua, Nova yang bisa menyelamatkan diri akibat tidur di lantai dasar bangunan rumahnya. Namun demikian, dia histeris mengetahui kemalangan harus dialami ibu berikut dua orang adiknya.

Pemkot Balikpapan langsung mendirikan tenda pengungsian di halaman parkir kendaraan bermotor. Terlihat di samping halaman pemerintah kota sudah berdiri 20 tenda pengungsian dari Kementerian Sosial RI. Warga memindahkan harta benda yang sempat tergeletak di SD 003 dan TK trisula dan taman jalan Wiloyo Puspoyudo.

Sumbangan sukarelawan langsung berdatangan berupa nasi bungkus dan air mineral dari masyarakat. Tim bencana juga langsung melakukan pendataan korban bencana kebakaran Klandasan Ulu.

Bencana kebakaran terjadi  tengah malam saat sebagian masyarakat sudah terlelap tidur. Ratusan warga ini langsung panik dan saling menyelamatkan harta bendanya masing masing.

Ratusan rumah hangus terbakar terjadi di RT 11, 12, 13, 22 dan RT 24 Kelurahan Klandasan Ulu. Kawasan tersebut merupakan pemukiman padat penduduk yang berbatasan dengan kompleks Kodam Mulawarman dan Kantor Pemerintah Kota Balikpapan.

Hingga memasuki subuh, kobaran api terus membesar dan beberapa kali terdengar ledakan keras yang diduga dari tabung gas elpiji. Angin yang berembus kencang juga membuat amukkan api mendekati Rumah Sakit Tentara dr. Hardjanto.

Pemadaman yang dilakukan BPBD juga turut dibantu fire rescue dari Lanal Balikpaapan, Pertamina dan Chevron. Namun api terus membesar karena mayoritas rumah yang terbakar terbuat dari kayu.

Kebakaran besar membuat Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi yang didampingi Kepala BPBD memantau langsung ke lokasi kebakaran.