TarakanNewsBalikpapan –

Kota Tarakan Kalimantan Utara memanas menyusul aksi masyarakat yang akan main hakim atas kasus pembunuhan, ibu rumah tangga, Aidul Fitri usia 45 tahun. Ratusan massa membakar satu rumah tempat persembunyian yang diduga pelaku pembunuhan, Junisman (22 tahun).

“Massa membakar satu rumah diduga tempat persembunyian pelaku,” kata Mudi, warga Tarakan saat dihubungi, Selasa (15/10).

Mudi mengatakan massa menemukan barang bukti senjata tajam dan kain yang keduanya bernoda darah diduga milik korban. Temuan ini makin membuat massa beringas sehingga tanpa dikomando membakar rumah kayu ini.

Tidak hanya selesai disitu, Mudi menyebutkan warga kemudian mengepung Mapolres Tarakan serta menuntut agar pelaku diserahkan pada warga. Aksi ini akhirnya berhasil digagalkan dihalau personil Samaptha dan Brigadir Mobil Polda Kaltim yang bertugas di Tarakan.

Kapolres Tarakan, Ajun Komisaris Besar  Sarif Rahman menyatakan polisi akan bertindak professional dalam menindak pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasaan ini. Dia meminta masyarakat Tarakan tidak terpancing dengan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum berlaku.

“Akan ditindak sesuai ketentuan hukum berlaku,” paparnya.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Komisaris Besar Fajar menegaskan kasus ini hanyalah kasus tindak pidana bermula dari pencurian dengan kekerasan pelaku. Massa yang merupakan keluarga korban terpancing dengan membakar tempat persembunyian pelaku.

“Namun, petugas kami sudah membawa pelaku. Massa hanya membakar tempat persembunyian pelaku yang sebenarnya adalah tempat pemotongan kayu,” tuturnya.