Kapal batu bara KaltimNewsBalikpapan –

Bank Indonesia menyatakan kredit macet atau non performing loan (NPL) perbankan Balikpapan Kalimantan Timur melonjak drastic menjadi 7,23 persen dibanding tahun 2014 silam sebesar 4,72 persen. Peningkatan tunggakan pembayaran kredit ini disebabnya lesunya sector industry pertambangan maupun migas yang terdapat di Balikpapan.

“NPL perbankan meningkat pesat di Balikpapan,” kata Kepala Cabang BI Balikpapan, Suhatman Tabrani, Jumat (5/2).

Suhatman mengatakan sector industry pertambangan mendominasi kredit macet Balikpapan sebesar 31,92 persen dari 10 sektor lainnya hasil pendataan BI Balikpapan. Sector lainnya yang turut berperan dalam menyumbang kredit macet Balikpapan yakni angkutan 28,43 persen, jasa social 14,96 persen, konstruksi 4,79 persen dan lain lainnya.

Selama kurun tahun 2015 lalu, Suhatman mengakui banyaknya perusahaan pertambangan dan migas Balikpapan yang terdampak lesunya ekonomi global.  Sejumlah perusahaan terpaksa melepaskan ribuan pekerjanya hingga memilih untuk tidak beroperasi kembali.

Tingkat kredit macet hingga 7,23 persen, menurut Suhatman jauh melampaui batas kesehatan perbankan yang rata rata mematok NPL maksimal sebesar 5 persen. Faktor ini pula yang akhirnya menyebabkan kredit sector pertambangan kembali tumbuh negative sebesar minus 17,61 persen pada kuartal IV tahun 2015.

Sejumlah perbankan di Balikpapan sudah lama mewaspadai kredit bagi sector pertambangan selama dua tahun terakhir. PT Bank Mandiri Tbk Cabang Balikpapan jelas jelas mengakui sudah mengerem pengucuran kredit komersial perusahaan perusahaan batu bara.

Perusahaan batu bara di Kaltim menyumbang kenaikan kredit macet mencapai 2,5 persen  kuartal pertama 2015 dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Mandiri Cabang Balikpapan mematok target kredit macet maksimal berada di kisaran 3,5 persen pada akhir 2015.

Selama 2015 lalu, Bank Mandiri menerapkan langkah penyelamatan kredit seperti pendekatan nasabah, re schedule pengembalian kredit, keringanan suku bunga hingga penjualan asset jaminan. Mereka saat ini memprioritaskan pemberian kredit komersial sektor perdagangan, food, manufacturing, semen dan perkebunan kelapa sawit.

Bank Mandiri Cabang Balikpapan hanya melayani pengajuan kredit komersial dan small business untuk wilayah usaha Balikpapan dan sekitarnya. Kredit komersial diperuntukan bagi badan usaha yang memiliki omzet penjualan mencapai Rp 25 miliar hingga Rp 1 triliun. Sedangkan kredit small business diperuntukan bagi badan usaha yang memiliki omzet usaha berkisar Rp 1 miliar hingga Rp 25 miliar.