“Yah mungkin karena perencanaan pembangunannya yang asal-asalan dan kabarnya tidak dilengkapi fasilitas, sehingga gedung yang diperuntukkan untuk perpustakaan iti tidak difungsikan,” kata Direktur Lembaga Pengaduan Masyarakat Balikpapan Rusdimansyah, Sabtu (17/12).

Harusnya kata Rusdimansyah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memfungsikan bangunan tersebut. Apalagi pembangunannya menggunakan uang rakyat dan jangan difungsikan untuk kepentingan pihak ketiga atau disewakan.

“Jangan sekali-kali disewakan ke pihak ketiga, gedung itu diperuntukkan untuk perpustakaan, jadi harus memang untuk perpustakaan,” terangnya.

Jika tidak segera difungsikan sesuai dengan rencana awal LPMB mengancam akan melaporkan ke aparat hukum, apalagi terindikasi program perpustakaan ini tidak ada study kelayakannya.

“Selain perencanaannya yang terkesan asal-asalan, fisik bangunan juga mengalami kerusakan pada sejumlah titik bangunan, pintu, pagar dan teras yang mengalami keretakan.”terang Rusdimansyah.

Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan menyatakan perencanaan bangunan bukan tanggungjawab DPU karena merupakan tanggungjawab Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan. DPU hanya bertanggungjawab soal fisik bangunan.

“Bukan tanggungjawab kami, tanya ke Bappeda kalau soal perencanaan awal dan penggunaan gedung itu, kami hanya pelaksana pembangunan saja, ”.kata Kepala Bidang Cipta Karya DPU Kota Balikpapan Freddy Nelwan

Freddy mengakui memang gedung tersebut belum difungsikan dan sudah mengalami kerusakan. Tapi kini sedang dalam perbaikkan. Perbaikkan pun kata Freddy, tidak menggunakan APBD Kota. Karena yang memperbaiki bangunan adalah kontraktor yang membangun gedung tersebut dengan anggaran sekitar Rp 10 juta.

“Memang ada perbaikan gedung perpustakaan itu, tapi tidak menggunakan dana APBD, kami minta kontraktornya yang mengerjakan proyek pembangunan itu memperbaiki sisi-sisi bangunan yang rusak, meskipun sudah 2 tahun sejak selesai, kontraktornya kami minta dan bersedia memperbaiki kerusakan-kerusakan gedung”, imbuhnya.

Ia menambahkan, pembangunan perpustakaan di tiap kecamatan merupakan program walikota sebelumnya yakni Imdaad Hamid. Program tersebut untuk menumbuhkan minat baca bagi masyarakat Kota Balikpapan, meski kini belum mendapat respon positif dari masyarakat.

“Beliau mengharapkan dengan tersedianya perpustakaan di tingkat kecamatan bisa menumbuhkan minat baca dikalangan umum warga kota Balikpapan, seiring waktu pergantian walikota program itu terkesan tertunda apalagi gedung utama perpustakaan Balikpapan yang berada di Gunung Pasir pemanfaatannya belum maksimal, makanya perpustakaan daerah kecamatan belum difungsikan”, tandasnya.