Menurut Suryanto, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Wilayah Sungai III (BWS) menjanjikan pada Mei ini penilaian Detail Engineering Design (DED) oleh Badan Sertifikasi Tubuh Bendung (BSTB) sudah selesai

“Sekarang kita tunggu nih. Kita kordinasi dengan BWS  III dengan pak Irawan. Memang ini tidak langsung urusan pemkot tapi pusat melalui BWSIII di Samarinda dengan Badan Sertifikasi Tubuh Bendung.” terangnya.

Kewajiban pemkot kata Suryanto lebih pada mempersiapkan lahan untuk Waduk Tritip. Areal 40 hektar yang sudah dibebaskan pemerintah kota jika penilaian DEDnya selesai maka pembangunan sudah dapat dimulai  pada tahun 2012 ini .

“Pembangunan bisa dimulai dari pembangunan tubuh bendung di areal 40 hektar. Sedangkan yang luasan 80 hektar untuk genangan air waduk,” imbuhnya.

Diungkapkannya, berdasarkan penjelasan pemerintah pusat, setelah penilaian DED selesai maka pusat segera mengalokasikan anggaran pembangunan yang diperoleh Pusat pada APBN P 2012.

“Jadi pusat berjanji akan menganggarkan itu kalau DEDnya selesai. Harapan kita ini dimultiyearkan jangan  sesuai kekuatan anggaran. Sehingga bisa lebih cepat pembangunan,” pungkasnya.

Dengan informasi ini, tambah Suryanto pembangunan waduk Tritip lebih realistis lebih cepat dibandingkan program pemanfaatan air Waduk Samboja dan Sungai Wain.

“Tapi upaya pemanfaatan air waduk Samboja tetap akan dilakukan pemkot bersama provinsi dan pemkab Kukar,” katanya.

Dari pemanfaatan air Waduk Tritip diperkirakan akan menghasilkan 150 liter perdetik. Sedangkan dari Waduk Samboja diperkirakan mencapai 250 liter perdetk. Sementara dari rencana Waduk Sungai Wain diperkirakan sebanyak 250 liter perdetik.

“Sekarang ini kan kita masih kekurangan sekitar 300 liter perdetik. Kalau seandainya semua jalan maka kita bisa alami surplus air baku,” tandasnya.