“Karena ada pengurangan jumlah gakin yakni meninggal   29 orang, pindah dari kota 11 orang, perubahan status  gakin jadi mampu sebanyak 12 orang sehingga terjadi pengurangan 52 RTS untuk raskin pusat,” Kata Budi Mulyanto Kasubag Sarana dan Prasarana Bagian Perekonomian Kota Balikpapan Jumat (16/12),.

Menurutnya, raskin tersebut tidak diberikan gratis, namun warga tetap harus membayar.sebesar Rp 1.600 per kilogram, dari harga yang diberikan pemerintah pusat Rp 6.850, dan Pemkot Balikpapan mensubsidi Rp 4.850. “Beras itu termasuk dalam kategori kualitas bagus,” ujarnya.

Sementara itu pada tahun 2010 lalu penyaluran raskin yang dilakukan pemerintah pusat sebanyak 1.256 ton. Sedangkan jumlah gakin atau RTS 146. Jumlah ini diperoleh dari perbedaan data gakin versi Pemkot Balikpapan yakni 7.127 kepala keluarga berbeda dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yakni 6.981 kepala keluarga.

“Jumlah 146 RTS itu selisih dari perhitungan gakin BPS dengan Pemkot Balikpapan yang dihitung pada tahun 2008 lalu. Data 2008 ini  digunakan untuk tahun 2009 hingga 2011,” jelasnya.

Sedangkan Pemkot Balikpapan harus mengeluarkan anggaran Rp 127 juta sebagai biaya subsidi. Rp4.850 per kilogram. “Jadi pemkot tiap tahun hanya keluarkan anggaran untuk rasda sebesar Rp127 juta lebih,” terang
Mulyanto.

Balikpapan menduduki posisi 12 dari 14 kabupaten dan kota di Kaltim yang menerima raskin. Data gakin kota Balikpapan tahun 2011 sebesar 17.425 jiwa atau 6.022 KK ini  nantinya dijadikan data verifikasi gakin  hingga dua tahun yang akan datang yakni 2012-2014.

“Harapan pemkot tahun 2012 tidak adalagi rasda karena sudah terakomodir  oleh program Raskin. Mengingat kata Mulyanto jumlah gakin 2011 juga terus mengalami penurunan,” tandasnya.