Menteri Pertanian di BalikpapanBalikpapan –

Menteri Pertanian, Suwono menargetkan Indonesia mampu swasembada pangan hingga surplus pangan hingga 10 juta ton pada 2015 mendatang. Peningkatan hasil industry pangan ini nantinya mengandalkan penambahan sawah sawah baru di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Timur dan Merauke Papua.

“Wilayah baru punya potensi tinggi seperti di Kaltim dan Merauke,” katanya dalam seminar bertajuk meningkatkan daya saing pangan di Balikpapan, Rabu (21/8).

Suwono mengatakan wilayah Kaltim dan Papua punya potensi luas untuk membangun area sawah sawah baru setempat. Dia mencontohkan kerja sama swasta dengan Kabupaten Bulungan dalam pembukaan area sawah baru seluas 1 ribu hektare dengan panen 5 ton per hektare.

“Contohnya di Bulungan itu yang sudah panen,” paparnya.

Saat ini, lanjut Suwono area sawah di Jawa sudah mengalami penyusutan disebabkan penambahan jumlah penduduknya. Harapan satu satunya adalah dengan membuka area persawahan baru di pulau pulau lain yang belum padat penduduknya.

Investasi BUMN dan swasta hingga kini masih terganjal sarana prasarana infrastruktur pendukung di area luar Jawa. Kawasan yang tersedia dianggap belum ekonomis dalam penanaman investasi industry pangan.

“Permasalahan adalah infrastrukturnya, sehingga selalu minta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengatasi permasalahan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman dan Pangan Kaltim, Ibrahim mengatakan pihaknya memang sedang giat dalam pencanangan program food estate. Kaltim sendiri mengklaim mampu menyiapkan lahan sawah seluas 300 ribu hektare yang tersebar di kota/kabupatn setempat.

“Kini yang sudah menanam dan panen adalah PT Solaria di Bulungan yang panen 5 ton per hektarenya,” paparnya.

Sejumlah perusahaan BUMN seperti PT Pupuk Sriwijaya, PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri masih tahap pengkajian investasi di Kaltim. Mereka terkendala prioritas perencanaan anggaran investasi pada 2013 ini.

“Mungkin tahun depan pelaksanaan dari perusahaan BUMN dalam membuka sawah di Kaltim,” papar Ibrahim.

Secara total, Kalimantan Timur sudah menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare yang tersebar di Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Bulungan, Penajam Paser Utara, Nunukan, Paser dan Malinau.

Ibrahim memprediksi Kaltim mampu surplus produksi pangan hingga 560 ribu ton per tahun pada 2014 mendatang saat  foot estate 200 ribu hektare sawah sudah terealisasi. Berbanding terbalik dibandingkan saat ini yang masih minus 6 ribu yang dipenuhi dari pasokan petani dari Jawa dan Sulawesi.

“Bisa terpenuhi kebutuhan warga Kaltim, bahkan bisa surplus beras nantinya,” tuturnya.