NewsBalikpapan –

PT PLN (Persero) Kalimantan Timur Utara optimis amankan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) siswa SMP dan SMA, bulan April nanti. Kapasitas daya listrik area Kaltim dan Utara mencukupi surplus 200 MW dengan kebutuhan beban puncak sebesar 300 MW.

“Kapasitas daya listrik PLN mencukupi untuk pelaksanaan UNBK siswa SMP dan SMA pada bulan April nanti,” kata Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Kaltimra, Wijayanto Nugroho, Rabu (22/3).

Wijayanto mengatakan, kemampuan daya listrik PLN secara teori mampu memenuhi kebutuhan daya masyarakat Kaltimra. Awal bulan April nanti, dua provinsi menggelar UNBK sebanyak 690 sekolah (Kaltim) dan 198 sekolah (Kaltara).

Selama bulan Maret ini, PLN rutin melaksanakan pemeliharaan sarana infrastruktur listrik di seluruh area Kaltimra.  PLN hendak memastikan kehandalan peralatannya agar mampu berfungsi maksimal selama pelaksanaan UNBK.

“Inspeksi untuk memastikan keadaan jaringan kami betul-betul dalam kondisi yang baik mengingat belakangan ini sering terjadi hujan yang lebat disertai angin yang cukup kencang,” paparnya Wijayanto.

Agenda pememeliharaan sarana infrastruktur ini diagendakan selesai di akhir bulan Maret nanti. PLN memprioritaskan pemeliharaan sarana jaringan di sekitar lokasi sekolah sekolah yang sedang menggelar UNBK.

“Pemeliharaan yang kami lakukan juga akan selesai sebelum pelaksanaan UNBK berlangsung. Jadi bisa kami pastikan selama UNBK berlangsung jadwal pemeliharaan sudah ditiadakan,” tegasnya.

Dalam waktu sama, PLN Kaltimra berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan soal kecukupan daya dan jaringan dimiliki masing masing sekolah melaksanakan UNBK. Tim PLN kemudian berinisiatif mengecek kesiapan jaringan listrik di masing masing sekolah ini.

“Selain dari sisi kecukupan daya dan keandalan jaringan kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk diberikan data lokasi sekolah yang melaksanakan UNBK,” ujarnya seraya menambahkan ada tim teknis di lapangan yang memantau layanan selama berlangsungnya UNBK.

Meski begitu, Wijayanto menyebutkan, permasalahan utama adalah gangguan non teknis seperti bencana dan faktor cuaca yang dihindarkan teknisi di lapangan. Ia hanya berharap cuaca tetap berlangsung normal selama jalannya UNBK di wilayah Kaltim dan Kaltara.

“Gangguan eksternal yang sifatnya force majeure seperti bencana ataupun cuaca ekstrim yang disertai petir kami tidak bisa menjamin pasokan listrik. Kami berharap pelaksanaan UNBK tahun ini dapat berlangsung dengan lancar,” ujarnya.

 

PLN Wilayah Kaltimra memang sudah surplus pasokan listrik 200 MW bagi kepentingan masyarakat setempat. Sistim Mahakam berkapasitas daya mencapai 560 MW dengan beban puncak kebutuhan listrik sebesar 300 MW.