Tabrakan beruntun terjadi akibat pengemudi truk yang kehilangan kendali karena rem blong.. Saat itu simpang lima rapak lalu-lintas dalam keadaan padat. Korban jiwa pun tak terelakkan.

“saya lihat kendaraan itu kehilangan kendali, mungkin rem nya blong, kemudian menabrak angkot nomor tiga, kemudian menabrak kijang inova dan kendaraan lainnya,” kata Irwan saksi mata yang melihat kejadian.

Akibatnya enam orang dikabarkan tewas ditempat dan lainnya mengalami luka-luka. Para korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Kejadian itu sempat membuat lalu-lintas di simpang lima muara rapak semraut.

“Seperti enam orang tewas ditempat. Darah dimana-mana, ngeri melihatnya,” ungkap pria yang tinggal di Gunung Sari Ilir itu.

Kendaraan roda empat yang ditabrak yakni angkutan kota (angkot) dua dengan nomor 3 dengan nomor polisi KT 2335 AF dan KT 1442 AK, kemudian dua kijang Innova nomor polisi KT 1477 LK dan KT 2806 AH, taksi Mawar nomor polisi KT 1817 AI, serta Avanza nomor polisi KT 1304 KE.

Dua tahun silam, Simpang Lima Muara Rapak juga berdarah, akibat tabrakan beruntun. Truk dengan nomor polisi KT 8554 LD karena menyeruduk 4 unit kendaraan roda empat dan 4 kendaraan roda dua.

Truk tersebut menabrak kendaraan yang sedang menunggu traffic light warna hijau sekira pukul 17.30 Wita, Selasa 31 Maret 2009. Akibatnya, 3 orang tewas dan 8 orang luka-luka.

Wali Kota Balikpapan saat itu Imdaad Hamid kemudian mengeluarkan peraturan walikota (perwali) yang mengatur kendaraan alat berat melintasi jalan-jalan utama pada saat padat lalu-lintas.