Rapid tes urine

Rapid tes urine

Balikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur mengumumkan sembilan pegawai negeri sipil (PNS) nya positif mengkonsumsi narkoba.  Badan Narkotika Kota Balikpapan sempat melakukan tes urine menyeluruh pada para anggota PNS setempat.

“Hasil tes urine yang kita lakukan kemarin, ada PNS yang urine nya positif, tapi selanjutnya silahkan konfirmasi ke Wali Kota,” kata Ketua Badan Narkotika Kota Balikpapan I Ketut Rasna, Senin (23/9).

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy membenarkan adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pegawainya. Sembilan PNS tersebut berasal dari instansi Dinas Pendidikkan, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkoop) dan Pekerjaan Umum (DPU).

“Ia memang ada lapioran ketika, tapi sekarang lagi kita dalami,memang sudah ada laporan ke saya, tapi lagi didalami oleh tim,” paparnya.

Rizal menyatakan akan memeriksa secara intensif para PNS yang terbukti kandungan urinenya mengandung narkoba. Pihaknya juga akan melakukan pengetesan ulang untuk memastikan temuan BNK Balikpapan ini.

“Karena kan baru laporan sementara perlu masih akan kita lakukan tes lagi. Terindikasi kan masih mungkin kita lakukan tes lebih jauh kan,” ucapnya.

Namun demikian, Rizal menegaskan ancaman sanksi sudah menunggu bagi PNS yang positif mengkonsumsi narkoba. Sanki diberikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai.

“Nanti kita sesuaikan dengan PP 53 soal sanksinya, karena lagi dibahas oleh tim, bisa saja mulai dari teguran, rehabilitasi, sampai pemberhentian, nanti kita lihat, makanya yang bersangkutan segera lapor, karena dia bisa tersangkut,” ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Balikpapan Tara Allorante mengaku, belum mengetahui ada staff nya yang positif gunakan narkoba dari hasil tes urine tersebut. Pasalnya, dirinya belum mendapat laporan terkait itu.

“Saya belum dapat informasi malah, saya belum dapat laporan rinci siapa, apakah itu pegawai lama, atau pegawai baru, atau pegawai harian, saya belum tahu,” tuturnya.

Menurut Tara, jika ada staff nya yang memang menggunakan narkoba, tentu akan terkena ada aturan kepegawaian.

Kepala Dinas Pendidikkan Heri Misnoto mengakui, ada dua staff nya laki-laki dan perempuan yang memang terindikasi menggunakan narkoba hasil tes urin. Hanya saja kata dia, kemungkinan disebabkan karena obat yang diminum bersangkutan mengandung narkoba.

“Satu itu kan ibu nya lagi dalam terapi, jadi memang mungkin mengandung zat itu (narkoba) obat yang diminum, yang satu nya juga ada unsur mengalami itu, tapi memang ibu nya belakangan sering sakit sedang terapi,” tukasnya.

Kendati begitu kata Heri, dirinya masih akan mendalami lagi, termasuk melakukan pemeriksaan atau tes urine lagi.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Andi Burhanuddin Solong geram, mendengar kabar ada PNS dilingkungan Pemkot yang hasil tes urine nya positif narkoba. “Saya sudah katakan, kami perang dengan narkoba, narkoba itu sangat merusak,” katanya.

Dia mengungkapkan, seluruh PNS dan naban termasuk anggota DPRD Balikpapan juga akan menjalani tes urine. “Saya akan minta semua tes urine, mungkin termasuk wartawan juga, supaya terbebas, nanti kita dukung anggarannya,” tegasnya.