“Dari penghasilan PAD itu, sebanyak 22 pesen diberikan kepada provinsi untuk dibagikan kepada enam kabupaten dari 9 kabupaten di Bali. Besaran yang dibagi Sekitar Rp144 miliar dan itu,” imbuhnya.

Menurut Oka, meski dikenal dunia sebagai kawasan wisata namun soal penataan dan pengaturan pendirian hotel besar di Kabupaten Badung dilakukan secara ketat dan telah ada pembagian zonasi.

Kabupaten Badung kata Oka, merupakan kawasan pusat pariwisata di Bali, meski luas daerah tidak lebih dari 418 kilometer atau hanya 7 persen dari luas Pulau Bali. Kabupaten Badung terdiri dari enam kecamatan yakni, Kuta, Kuta Selatan,  Kuta Barat, Mengui, Petang, Semai.

“Kami bagi tiga wilayah yakni bagian selatan dominasi oleh pariwisata, pendidikan. Bagian wilayah utara penompang pariwisata yakni pertanian yang menyuplai sayur dan buah untuk hotel dan restoran pariwisata Bali sedangkan kawasan Tengah lebih  dominasi untuk budaya
dan kerajian,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten badung Ide Bagus Sunarke menambahkan, pembagian wilayah sebagai upaya mempertahankan keteraturan wilayah termasuk menjaga adat budaya Bali. Sekitar 124 miliar dari PAD Kabupaten Badung disetorkan ke Provinsi.

“PAD juga diplot-plot ke masyarakat kepada  masing desa atau kepala desa Rp1,7 miliar perdesa per tahun. Jumlah desa sebanyak 523.  Dana itu juga digunakan  kepentingan kemajuan desa dan memlihara desa serta ada desa,”tuturnya.

Dari PAPengairan 35 juta/ desa/523 desa pertahun 175 juta/tahun Tiap RT 15 juta pemerlahdan pengembangan du lingkungan msyarakat RT. Meninggal dana santuanan Rp1,5 juta 2012 kita tingkatkan pertahun 4-5 juta/orang yang meninggal.