Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Sayid MN Fadly kepada newsbalikpapan Rabu (18/1). Menurutnya, DPKP akan dipecah menjadi dua SKPD yakni Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan. Lalu Dinas Perikanan dan Kelautan.

“Yang kedua adalah DTKP perlu ada dinas pengawas bangunan selama ini DTKP kerjanya selama ini terlalu berat, Kota ini berkembang cepat dan  penduduk bertambah besar sehingga kita agak kedodoran bidang pengawasan,” ucap Fadly.

Ia berharap, tahun ini  pemecahan dua SKPD itu sudah bisa teralisasi. Karena sudah dilakukan kajian, tinggal mengsusulkan ke DPRD Kota Balikpapan karena menyangkut anggaran.

“Samping yang tidak kalah penting adalah masalah anggaran, tambah dinas tambah anggaran jadi kita betul-betul menghitung anggaran supaya kemampuan kita sesuai dengan apa yang kita lakukan,” terangnya.

Selain dua dinas itu, kata Sayid Pemkot Balikpapan juga tengah mengkaji keberadaan SKPD lainya seperti Dinas Pemuda Olehraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar)  yang juga direncanakan akan dipecah.

Disporabbudpar kata Sayid, akan dipecah menjadi dua SKPD yakni, Dinas Pemuda dan Olahraga. Sedangkan kebudayaan akan dikembalikan pada Dinas Pendidikkan (Disdik) Kota.

Untuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) juga akan dipecah menjadi dua SKPD yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Lalu Dinas Koperasi dan UKM.

Ia menegaskan perubahan yang terjadi dipusat tidak harus diikuti oleh daerah. Namun Pemkot Balikpapan akan mengkaji hal itu. Karena kondisinya berbeda antara di daerah dan pusat.

“Kita kaji yang jelas tidak harus dan tidak mesti setiap ada perubahan dipusat lalu di daerah harus itu menurut saya tidak harus begitu juga tergantung dari fokus utama di pusat itu apa di daerah tentunya bisa saja berbeda,” sebutnya..

Dikatakannya, Pemkot Balikpapan telah menyerahkan analisa dan kajian pemecahan dinas kepada tim yang menghitung dan menganalisa perubahan organisasi secara rasional yang dapat menjawab kebutuhan.

“Melalui tim teknis yang tentunya kalau memang harus dipecah pasti ditemukan alasan-alasan rasional kalau memang bobotnya terlalu berat atau memang overload,” pungkasnya.