SyahhruddinNewsBalikpapan –

Pemerintah Kota Samarinda Kalimantan Timur memulangkan sebanyak 109 eks Gafatar ke daerah asalnya di Jakarta, Semarang dan Makassar. Pemulangan warga berdiam di Tana Merah Kecamatan Samarinda Utara ini lewat transportasi udara dan laut di Balikpapan.

“Kami belum menghitung biaya seluruhnya akibat pelaksanaannya yang mendadak, namun yang jelas pastinya lumayan besar,” kata Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemkot Samarinda, Syahhruddin saat ditemui di Balikpapan, Sabtu (30/1).

Syahhruddin mencontohkan Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengalokasikan anggaran Rp 500 juta dalam pemulangan sebanyak 235 eks Gafatar berdiam di Samboja. Pemulangan mempergunakan transportasi laut dari Pelabuhan Semayang Balikpapan tujuan Makassar.

“Pakai kapal saja habis Rp 500 juta, sedangkan kami harus mempergunakan pesawat juga,” ungkapnya.

Besarnya biaya pemulangan ini, kata Syahhruddin jelas memberatkan Pemkot Samarinda yang hingga kini anggarannya masih tertahan di Pemerintah Pusat. Terpaksa mereka harus kerja sama dengan jasa travel guna memulangkan 109 eks Gafatar ke daerahnya masing masing.

“Istilahnya hutang duluan, nanti kami ganti saat anggarannya sudah cair,” jelasnya.

Provinsi Kaltim memutuskan agar seluruh warga eks Gafatar ini dipulangkan ke daerah asalnya masing masing. Warga eks Gafatar ini akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya di Jakarta, Semarang dan Makassar.

“Kami kumpulkan seluruhnya asarama Embarkasi Haji Balikpapan dan masing masing dipulangkan menggunakan pesawat dan kapal laut,” ungkapnya.

Pemkot Samarida memberlakukan perlakukan ketat pengamanan dengan mengandeng unsur TNI/Polri hingga tiba ke lokasi asal. Pengawalan ketat dilaksanakan sejak keberangkatan dari Samarinda – Embarkasi Haji Balikpapan – Bandara Sepinggan – Pelabuhan Semayang hingga daerah asal.

“Kami tidak ingin kecolongan saja,” tegasnya.

Sebanyak 109 eks Gafatar Tana Merah Samarinda Kalimantan Timur dipulangkan ke daerah asal, Sabtu (30/1) pagi ini. Warga ini dipulangkan ke tiga tujuan Jakarta, Semarang dan Makassar lewat Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Syahhruddin mengungkapkan eks Gafatar ini sudah enam bulan bermukim di Tana Merah Kecamatan Samarinda Utara dengan bercocok tanam di wilayah tersebut. Mereka datang secara bergelombang menguasai secara resmi kawasan yang berada di perbatasan Samarinda ini.

“Bertanam padi, jagung, singkong hingga buah naga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkab Kutai Kartanegara sudah pula memulangkan sebanyak 235 eks Gafatar Karang Jaya Kecamatan Samboja dari wilayah Kaltim. Seluruhnya eks Gafatar ini dipulangkan menumpang transportasi laut dengan tujuan Makassar.