Rumah panggung cagar budaya BalikpapanNewsBalikpapan –

LBH Sikap memperkarakan pembangunan apartemen PT Pertamina di Jalan Dahor Balikpapan Kalimantan Timur. Pembangunan apartemen setinggi 24 lantai lantai ini dianggap mengorbankan sebanyak 18 unit bangunan rumah panggung menjadi cagar budaya Balikpapan sejak 1997 silam.

“Kami sudah melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Balikpapan,” kata Sekretaris LBH Sikap, Eben Marwi, Selasa (8/11).

Pengadilan, kata Eben sudah menjadwalkan sidang perdana gugatan cagar budaya pada tanggal 17 November mendatang di Balikpapan. Mereka melaporkan tiga instasi terlibat dalam pembiaran pembongkaran cagar budaya yakni Pertamina, Pemkot Balikpapan dan Balai Konservasi Cagar Buaya.

Eben beranggapan ketiga instansi tersebut melakukan pembiaran dalam merubuhkan belasan unit bangunan cagar budaya di Balikpapan. Menurutnya mereka melanggar aturan dalam menjaga bangunan cagar budaya yang diatur dalam ketentuan Undang Undang Konservasi.

“Semestinya Pemkot Balikpapan mencabut SK Cagar Budaya terlebih dahulu dan baru kemudian menghancurkannya. Prosesnya tidak bisa hanya sebatas perjanjian saja,” ujarnya.

Eben menuntut Pertamina mengembalikan keberadaan cagar budaya rumah panggung Pertamina seperti sedia kala. Kalaupun saat ini kondisinya sudah rusak, dia meminta Pertamina setidaknya membangun museum migas guna menggantikan cagar budaya yang terlanjur hancur.

“Teknisnya bisa dipikirkan belakangan. Bisa membangun museum atau cagar budaya di lokasi lain,” paparnya.

Bulan April lalu, Pertamina mulai merubuhkan 18 unit bangunan rumah panggung cagar budaya di Dahor Pertamina. Cagar budaya ini menjadi pengingat jejak penemuan sumur minyak pertama Mathilda Balikpapan pada 1897 silam.

Terdapat sebanyak  27 rumah panggung milik Pertamina di Jalan Dahor yang sudah dijadikan lokasi cagar budaya Balikpapan. Rumah panggung cagar budaya itu sebagian besar diantaranya dibiarkan kosong tanpa penghuni.

Pertamina secara resmi mengumumkan rencana perluasan kilang minyak hingga kapasitas 360 ribu barrel dari sebelumnya hanya 260 ribu barrel. Sebagian aset Pertamina Balikpapan tergusur program nasional ini, seperti kantor besar, rumah dinas karyawan, Stadion Parikesit  hingga area cagar budaya di Jalan Dahor.

Kondisi kerusakan cagar budaya ini yang membuat geram LBH Sikap yang sempat melayangkan somasi pada Pertamina. Mereka beranggapan cagar budaya ini menjadi pengingat asal usul kota Balikpapan yang berkembang pesat berkat industri migasnya.

Enam bulan kemudian, Pertamina langsung tancap gas dalam menuntaskan pembangunan dua towe apartemen kapasitas tampung 299 unit bagi karyawannya. Apartemen ini menjadi bagian agenda perluasan pembangunan kilang minyak Balikpapan  yang menggusur ratusan unit rumah dinas pegawai Pertamina.

Tower Pertamina ini normalnya mampu diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun. Perusahaan kontraktor mengebut pembangunan apartemen agar segera bisa dihuni karyawan Pertamina pada pertengahan 2017 mendatang.

Progres pembangunan apartemen Pertamina selesai 26 persen memasuki bulan Oktober ini. Akhir tahun nanti diharapkan pembangunan apartemen selesai 76 persen hingga resmi dipergunakan pada pertengahan tahun 2017 mendatang.

Apartemen Pertamina ini nantinya mengusung konsep smart building (bangunan pintar) yang mampu mendeteksi dini permasalahan dihadapi penghuninya. Salah satu contohnya adalah bangunan mampu mendeteksi adanya kebakaran serta secara otomatis menon aktifkan layanan lift apartemen.

Pembangunan apartemen Pertamina ini membutuhkan setidaknya 400 karyawan gabungan dari PP dan pekerja kontraktor. Hingga saat ini hanya permasalahan cuaca yang menjadi kendala utama pembangunan apartemen sesuai jadwal sudah ditentukan.

PT Pertamina (Persero) melaksanakan mega proyek pengembangan produksi kilang minyak Balikpapan Kalimantan Timur senilai 4,6 miliar US dolar atau Rp 59,8 triliun (asumsi tukar dolar dan rupiah Rp 13 ribu). Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Rachmad Hardadi mengatakan kapasitas produksi pengolahan kilang minyak Balikpapan didongkrak menjadi 360 ribu barrel per hari dari sebelumnya hanya 260 ribu barrel per hari.

Rachmad menyebutkan tahap pertama produksi kilang minyak Pertamina akan mampu menghasilkan BBM standar Euro 2 pada tahun 2019. Selanjutnya, kilang Pertamina ini didorong agar mampu pula memproduksi BBM standar Euro 4 hingga Euro 5.

“Sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat produksinya akan ditingkatkan berstandar Euro 4 hingga Euro 5 pada tahun 2021 mendatang,” paparnya.

Pembangunan apartemen ini, kata Rachmad menjadi salah satu bagian agenda pengembangan kilang minyak Balikpapan. Apartemen ini nantinya guna menampung ratusan karyawan Pertamina berikut keluarganya yang tingga di perumahan karyawan di Jalan Parikesit Balikpapan.

“Nantinya rumah karyawan di Parikesit akan gusur untuk dijadikan gudang dan workshop. Mereka kami pindah ke apartemen ini,” ungkapnya.

Pencarian Populer:

alamat apartemen pertamina Balikpapan