Antrian truk truk solar di SPBU Balikpapan

Antrian truk truk solar di SPBU Balikpapan

Balikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur mengumumkan sebanyak 130 ribu warganya terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Penyakit ISPA memang kerap menjangkiti masyarakat Balikpapan setiap tahunnya.

“Penyakit ISPA yang mendominasi penyakit warga Balikpapan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani, Senin (1/7).

Dyah mengatakan tren penderita penyakit ISPA terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2012 lalu, katanya total penderita ISPA mencapai 120 ribu jiwa.

“Saat ini baru bulan Juli namun jumlahnya sudah melampaui angka tahun lalu,” ungkapnya.

Para penderita ISPA umumnya adalah anak dibawah usia lima tahun atau istilahnya balita. Mereka ini belum memiliki cukup kekebalan menghadapi serangan penyakit ISPA.

Dyah mengatakan penyakit ISPA juga disebabkan perubahan pergantian iklim cuaca. Jenis penyakit ini bisa mematikan bila terlambat penanganannya.

“Keluarga Balikpapan harus bisa mewaspadai gejala ISPA pada bayi mereka,” ujarnya.

Dyah mengatakan jumlah penderita ISPA tersebut tercatat di klinik, puskesmas, dan rumah sakit Balikpapan. Seluruh pusat kesehatan kemudian melaporkan pada Dinas Kesehatan.

Cuaca Balikpapan yang terik, terkadang secara mendadak berubah jadi lembab oleh hujan. Cuaca seperti ini, kata Dyah, yang membuat jalan-jalan Balikpapan jadi kering dan berdebu.

Dyah menyarankan masyarakat Balikpapan untuk mempergunakan masker saat berkendara kendaraan roda dua. Selain itu, para penderita ISPA disarankan untuk beristirahat di rumah.

“Agar tidak menulari orang lain,” ujarnya.