E-KTPBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan ribuan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) masyarakat telah salah cetak. Ada pemekaran satu kecamatan serta tujuh kelurahan sehingga ada perbedaan antara data e-KTP dengan fakta lapangan.

“Ada sekitar 200 ribuan lebih kemungkinannya yang salah cetak dan harus diperbaiki datanya khususnya untuk alamat tinggal,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Balikpapan, Chairil Anwar, Jumat (12/4).

Chairil mengatakan hal ini merupakan kesalahan teknis lapangan yang sulit dihindarkan. Peresmian pemekaran kota Balikpapan hampir bersamaan waktunya dengan perekaman data masyarakat.

“Akibat pemekaran itu, itru resikonya, karena karena waktu melakukan perekaman 2012, kan belum diresmikan pemekarannya,” paparnya.

Namun demikian, Chairil menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir, karena pihaknya akan memproses untuk mencetak ulang e-KTP yang salah data itu. Hanya saja kata dia, tidak bisa segera dilakukan, menunggu selesainya program perekaman data nasional.

“Belum bisa sekarang nanti setelah 31 Oktober, tapi kami belum bisa pastikan kapan, karena kan semua tergantung pusat, kalau yang kerjakan daerah mungkin gampang, tapi ini kan yang kerjakan (cetak) pusat, bukan kita,” ujarnya.

Meski begitu, masyarakat yang sudah memegang KTP elektronik tersebut, tetap bisa menggunakan hingga nanti lakukan proses pergantian. “Iya silahkan saja, gak apa-apa, kan nanti diberitahu kemudian, kalau akan diproses pergantian,” ucapnya.

Soal anggaran untuk pergantian KTP elektronik yang salah cetak itu, dia mengungkapkan, sepenuhnya akan ditanggung Pemerintah Pusat. “Bukan daerah, kan yang kerjakan pusat, berarti beban anggarannya juga pusat, bukan APBD Kota lagi,” imbuhnya.

Sementara mengenai pembagian KTP elektronik itu kata Chairil, sudah berjalan sejak 14 Maret lalu. “Untuk distribusi KTP elektronik yang sudah selesai kita serahkan ke kecamatan, mekanisamenya mereka yang atur, tapi sampai sekarang data yang ada sudah lebih dari 10.000 KTP elektronik yang dibagi,” bebernya.

Kecamatan dan Kelurahan kini sedang melakukan pendataan KTP elektronik yang salah cetak itu. “Data yang salah itu kan terbanyak didaerah pemekarang itu, tapi mungkin bisa juga ada yang bukan didaerah pemekaran yang salah juga,” tuturnya.

Terpisah Kepala Bagian Pemerintah Zulkifli mengungkapkan, jauh-jauh harii pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan, bakal terjadi kesalahan data.  “Kita sudah sampaikan, karena ada pemekaran, tapi karena mungkin dulu waktu perekaman kan , kan masih proses pemekarannya,” bebernya.

Syaiful warga Sepinggan Balikpapan Selatan mengakui, alamat yang tercantum dalam e-KTP memang berbeda, dengan alamat setelah pemekaran.

“Ini masih pakai alamat yang dulu, sedangkan alamat saya yang sekarang berbeda, saya baru ambil KTP ini tadi pagi,” tandasnya.