Eks GafatarNewsBalikpapan –

Sebanyak 109 eks Gafatar Tana Merah Samarinda Kalimantan Timur dipulangkan ke daerah asal, Sabtu (30/1). Warga ini dipulangkan ke tiga tujuan Jakarta, Semarang dan Makassar lewat Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

“Pagi ini kami pulangkan seluruhnya eks Gafatar yang bermukim di Samarinda,” kata Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemkot Samarinda, Syahhruddin saat ditemui di Balikpapan.

Syahhruddin mengungkapkan eks Gafatar ini sudah enam bulan bermukim di Tana Merah Kecamatan Samarinda Utara dengan bercocok tanam di wilayah tersebut. Mereka datang secara bergelombang menguasai secara resmi kawasan yang berada di perbatasan Samarinda ini.

“Bertanam padi, jagung, singkong hingga buah naga,” ungkapnya.

Kawasan eks Gafatar ini, lanjut Syahhruddin terbilang terisolir dari pergaulan masyarakat Samarinda lainnya. Kawasannya memang minim adanya sarana prasarana fasilitas umum seperti jalanan, sekolah dan tempat ibadah.

“Dari lokasi jalan raya harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk mencapai wilayah ini,” ujarnya.

Provinsi Kaltim memutuskan agar seluruh warga eks Gafatar ini dipulangkan ke daerah asalnya masing masing. Warga eks Gafatar ini akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya di Jakarta, Semarang dan Makassar.

“Kami kumpulkan seluruhnya asarama Embarkasi Haji Balikpapan dan masing masing dipulangkan menggunakan pesawat dan kapal laut,” ungkapnya.

Pemkot Samarida memberlakukan perlakukan ketat pengamanan dengan mengandeng unsur TNI/Polri hingga tiba ke lokasi asal. Pengawalan ketat dilaksanakan sejak keberangkatan dari Samarinda – Embarkasi Haji Balikpapan – Bandara Sepinggan – Pelabuhan Semayang hingga daerah asal.

“Kami tidak ingin kecolongan saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Kutai Kartanegara sudah pula memulangkan sebanyak 235 eks Gafatar Karang Jaya Kecamatan Samboja dari wilayah Kaltim. Seluruhnya eks Gafatar ini dipulangkan menumpang transportasi laut dengan tujuan Makassar.

Hingga kini, eks Gafatar di Kaltim masih koopeatif dengan bersedia dipulangkan ke daerah asalnya. Pemkab Kukar mendata setidaknya ada 400 warga eks Gafatar ini tersebar di sejumlah area pedalaman kabupaten terkaya Indonesia yakni Kota Bangun, Tenggarong, Sembulu dan Samboja.

Kukar juga memverifikasi kembali warga eks Gafatar yang sebagian diantaranya sudah memegang KTP Pemkab Kukar. Sebagian warga ini sudah menjani prosedur semestinya dalam pengurusan perpindahan KTP serta kepemilikan asset di Kukar.