“Targetnya 4000 binatang kita vaksin di 27 kelurahan. Sehari bisa dua tempat atau tergantung dari luasnya wilayah,” katanya.

Untuk saat ini menurut Budijanto pihaknya masih melakukan tahap vaksinasi belum pada tahap pemusnahan.

“Kecuali ditemukan. Kita beri peringatan ke warga untuk bawa hewan peliharaanya kalau nggak sempat ya nanti dibawa ke dinas untuk divaksin disana,” tambahnya.

Budijanto juga menerangkan upaya pemusnahan anjing/kucing liar yang berpotensi memiliki virus rabies dengan cara ditembak, masih terus dikordinasikan dengan pihak berwenang lainya.

“Itu belum masih dikordinasikan dulu. Jangan sampai mengatasi masalah justru timbul masalah baru,”tandasnya.

Sementara drh Ratna dari DPKP yang memimpin vaksinasi mengatakan hari pertama vaksinasi dilakukan di dua kelurahan dengan menurunkan 24 orang yang dibagi dalam dua tim. Tim vaksinasi ini mendatangi RT-RT di dua kelurahan itu.

“Jumlahnya ratusan, kita belum hitung totalnya.. Tapi tadi sampai di RT 22 Kelurahan Gunung Sari Ilir kehabisan vaksin, nanti kita akan susul lagi RT yang belum tervaksin,” jelasnya.

Vaksinasi hewan bertaring katanya lebih banyak dilakukan kepada hewan peliharaan dibandingkan hewan liar.

“Banyakan yang peliharaan. Tadi kita diantar oleh pengurus keluruhan dan RTsetempat,”ucapnya.

Rencananya Selasa pagi, tim vaksinasi yang terdiri dari 24 orang ini akan melanjutkan vaksinasi di Kelurahan Telagasari.

“Rencananya besok pagi giliran Telagasari,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi bagi hewan peliharaan dapat menghubungi DPKP atau pemkot Balikpapan. Hewan bertaring seperti kucing, anjing atau lainya jika terindikasi rabies biasanya memiliki tanda-tanda yakni hewan tersebut takut terkena air, lumpuh, lesu/diam, dan mudah menyerang kalau didekati.