NewsBalikpapan –

Masyarakat miskin Balikpapan Kalimantan Timur sudah tidak memperoleh alokasi beras miskin per bulannya. Keberadaan alokasinya digantikan bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa buku tabungan dan kartu penerima manfaat (KPM) sebesar Rp 110 ribu per bulannya.

“Balikpapan termasuk kota/kabupaten yang tidak menerima bantuan pangan non tunai,” kata Kepala Bulog Kalimantan Timur dan Utara, Yayan Suparyan, Rabu (22/2).

Yayan mengatakan, terdapat 45 kota dan 6 kabupaten seluruh Indonesia yang mulai menjalankan program bantuan pangan non tunai ini. Kota Balikpapan salah satu yang dipilih mengingat kondisi perekomonian masyarakatnya yang berbeda dibandingkan daerah lainnya.

Wilayah Kaltimra, Yayan menyebutkan, Balikpapan menjadi satu satunya kota yang dipercaya melaksanakan program pangan ini. Sebanyak 9.563 keluarga miskin Balikpapan berubah menjadi keluarga penerima manfaat program baru pemerintah ini.

Program bantuan pangan non tunai melibatkan sejumlah perbankan BUMN  untuk mendistribusikan buku tabungan dan KPM senilai Rp 110 ribu. KPM ini keberadaannya senilai dengan 5 kilogram beras dan 2 kilogram gula yang sebelumnya rutin diterima keluarga miskin per bulan.

“Untuk dijadikan bank –bank pendistribusi bantuan pangan non tunai. Untuk Balikpapan bank yang ditunjukan BRI dan BNI,” paparnya.

Masyarakat selanjutnya bisa menukarkan saldo KPM ini dengan satu paket beras plus gula yang sudah dikemas di agen ditunjuk Bulog. Selain itu, masyarakat juga diperkenankan tidak memanfaatkan saldo KPM sesuai keinginannya.

“Saldo KPM ini akan terus bertambah dan tidak hangus bila tidak ditukarkan dengan beras dan gula,” ujarnya.

Namun demikian, Yayan menyebutkan, KPM ini peruntukannya hanya untuk pembelian paketan beras dan gula Bulog. Masyarakat tidak bisa mencairkan saldo KPM dalam bentuk tunai.

“Harapannya meringankan beban masyarakat. Jadi kapan saja bisa ambil beras itu,” ujarnya.