Meski kata Didik, pihaknya telah mendapatkan penyesuaian kucuran kredit dari Rp20 juta hingga Rp50 juta.“Tapi memang masih belum mampu mendongkrak angka penyaluran, sesuai target kita,” kata Didik, Selasa (10/1).

Menurutnya, selain angka kredit yang cukup kecil, sistem kerja sama yang dilakukan Jamsostek dengan pihak perbankan juga turut menjadi alasan penyaluran kredit uang muka perumahan masih belum proporsional.

“Karena itu kita akan memperluas kerja sama dengan perbankan lain dalam menyaluran kredit tersebut,” ungkapnya.

Selama ini kata Didik, kerja sama dilakukan Jamsostek dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang kemudian diikuti oleh Bank Syariah Mandiri. Termasuk telah mengajukan penawaran ke sejumlah bank daerah yang ada di Kalimantan.

“Kita mengajukan penawaran untuk dapat bekerja sama dalam penyaluran kredit perumahan. Selain untuk menambah mitra kerja, juga memberi keleluasaan bagi peserta untuk memilih bank mana yang akan dijadikan rujukan untuk melakukan pinjaman,” tandasnya.