Pemasangan garis polisiNewsBalikpapan –

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggulung sindikat pemalsuan pupuk yang beroperasi di Tarakan Kalimantan Utara. Polisi menyita barang bukti pupuk palsu jenis TSP 46 dan Ponska yang totalnya mencapai 32 ton dari gudang penimbunan di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Selumit Tarakan Kalimantan Utara.

“Sindikat ini terbukti sudah meresahkan petani petani yang berada di wilayah Kaltara. Kami telusuri adanya keluhan masyarakat dan ada praktek pemalsuan pupuk,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus, Komisaris Besar Rosyanto Yudha Hermawan, Selasa (2/2).

Polisi membongkar praktek pemalsuan ini di gudang Jalan Yos Sudarso Kelurahan Selumit Tarakan Kaltara. Polisi menyita barang bukti pupuk palsu TSP 46 dan Ponska yang totalnya mencapai 32 ton. Dalam penggerebekan ini, polisi menangkap tersangka yakni Richard Susilo Adiguna dan Chaerul yang diduga menjadi dalang pembuatan pupuk palsu.

“Tersangka Richard warga Tarakan sudah kami amankan, sedangkan Chaerul masih dalam pencarian orang. Dia warga Surabaya,” tutur Rosyanto.

Pupuk palsu ini, kata Rosyanto diracik sendiri oleh kedua tersangka di Gresik Jawa Timur  dan selanjutnya dikirimkan ke Tarakan. Para tersangka juga telah menyiapkan karung plastic ukuran 50 kilogram yang selanjutnya dilabeli merk CV Sujari Industrial.

“Kami telah cek nama badan usaha dan produk pupuk ini. Nama badan hukum dan izin produksi pupuk dipastikan palsu,” paparnya.

Hasil uji laboratorium Baristan Samarinda memastikan komposisi kedua pupuk ini tidak sesuai dengan ketentuan pupuk TSP 46 maupun Ponska.

Sehubungan itu, Rosyanto berencana berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dalam penutupan lokasi tempat kejadian perkara pemalsuan pupuk di Gresik. Polisi juga berencana menangkap tersangka lainnya yakni Chaerul yang diduga masih bersembunyi.

Pencarian Populer:

Ini Aktifitas Terduga Teror Balikpapan