Rosan P RoeslaniNewsBalikpapan –

Anak perusahaan PT Berau Coal Energy Tbk, PT Berau Coal, melakukan eksplorasi pada bulan Agustus 2013 dengan biaya sebesar US$ 687.678 atau sekitar Rp 7,8 miliar.

“Adapun metode eksplorasi yang dilakukan meliputi pemboran geologi, geofisika logging, pemetaan geologi, serta analisa kualitas sample batubara,” kata Direktur Berau Coal, Arief Wiedhartono, dirilis Tempo.

Eksplorasi dilakukan di enam lokasi, yaitu di Binungan Blok 1-4, Binungan Blok 7, Binungan Blok 8, Sambarata Blok B East, Punan, dan Lati. Untuk tahun 2013, Berau Coal merencanakan anggaran sebesar US$ 16,9 juta.

Pemboran geologi dilakukan untuk mendapatkan data kedalaman batubata, ketebalan batubara, pengambilan sample, serta analisa kualitas. Hingga Agustus tahun ini, Berau Coal sudah menghabiskan anggaran US$ 9,1 juta untuk eksplorasi.

Untuk eksplorasi area Binungan Blok 1-4, kemajuan telah dilakukan dengan eksplorasi persiapan pemboran dan pemetaan geologi seluas 736 hektare. Untuk eksplorasi area Binungan Blok 7, kemajuan telah dilakukan hingga pemboran sesuai design pit, dengan total kedalaman pemboran 4.412 m. Untuk eksplorasi area Sambarata Blok B East, kemajuan telah mencapai persiapan pemboran dan pemetaan geoologi seluas 1.248 ha dan untuk eksplorasi area Lati, kemajuan telah mencapai pemboran dan pemetaan geologi seluas 384 ha.

Selama semester I 2013, Berau Coal mencatat kerugian sebesar US$ 38 juta kendati telah memproduksi batubara sebanyak 11,5 juta ton. Produksi batubara tersebut naik 19 persen dari produksi pada periode yang sama pada tahun lalu.