Menurutnya, kelangkaan semen di Kota Balikpapan yang terjadi beberapa pekan terakhir tidak bisa menjadi alasan bagi kontraktor sehingga molor pelaksana proyek untuk menunda waktu pengerjaan .

“Tak ada toleransi bagi kontraktor yang pengerjaannyamolor. Kami akan beri sanksi sesuai regulasi yang ada. Yakni Perpres mengenai yakni satu permil dari nilai sisa proyek yang tertunda,” tegas Tantin yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan ini..

Ini menjadi pelajaran bagi kontraktor, agar tidak mencari alasan apalagi tidak mampu menyelesaikan proyek. Pengerjaan proyek tersebut kata Tantin, telah memiliki kontrak pengerjaan yang didalamnya diberikan rincian kebutuhan barang.

 Apabila kontraktor tanggap, pengadaan barang termasuk semen sudah dilakukan
sebelum pengerjaan. Sehingga ketika terjadi kelangkaan semacam ini tidak terjadi penundaan penyelesaian pekerjaan.

“Harus itu sudah disiapkan jauh-jauh hari kan si kontraktor sudah ada uang  muka proyek. Ini bisa dihitung-hitung kebutuhan semen berapa, nah dari situ kita bisa ajukan perjanjian dengan agen semen buat pasokan proyeknya,” tandasnya.

Kelangkaan semen yang terjadi menjadi penyebab beberapa rekanan atau kontraktor telat menyelesaikan pekerjaanya. Meski begitu pihaknya tak mau memberikan toleransi kepada para rekanan karna alasan tersebut.

Atas kelangkaan semen yang dinilai tidak rasional ini, Pemkot Balikpapan berencana mengundang kepolisian serta komisi pengawas persaingan usaha (KPPU) , untuk menyelidiki penyebab kelangkaan semen yang berimbas pada tingginya harga semen yang saat ini mencapai kisaran hampir 100 ribu per sak.

Ia menduga kelangkaan semen bisa terjadi karna adanya “permainan” oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan berlebihan. Karna berdasarkan laporan produsen jatah semen yang diberikan norman bahkan melebihi kuota .