Vespa Modifikasi Memuat 80 liter Premium
8 February 2012
Sail Derawan, Berau Bangun Empat Bandara
8 February 2012

Proyek Listrik Senilai Rp 4,6 M Gagal Terangi Warga Perbatasan

Tanjung Redeb –

Proyek Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi senilai Rp 4,6 miliar gagal menghasilkan energy listrik sesuai kebutuhan warga Pulau Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Direktorat Energi dan Sumber Daya Mineral memang membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang diproyeksikan mampu menghaslkan 15 ribu KW.

“Pembangkit tenaga angin tidak berfungsi sejak dibangun di sini,” kata Camat Maratua, Kudarat, Minggu (5/2).

Direktorat ESDM, kata Kudarat memang berinisiatif sendiri membangun pembangkit listrik tanpa melibatkan pemerintah daerah. Proyek pembangunan dimulai sejak 2009 silam dengan rincian hybrid tenaga surya 10kWP dan angin 4 kW.

Namun faktanya, Kudarat mengatakan hanya pembangkit surya yang mampu berfungsi menghasilkan energy listrik. Energi listrik dihasilkan sebesar 400 watt untuk kebutuhan 100 warga Pulau Maratua.

“Sisanya sebanyak 50 keluarga yang musti mandiri dengan mengandalkan genset,” ujarnya.

Warga Maratua, Khairansyah mengatakan pemeliharaan fasilitas pembangkit listrik tersebut juga memprihatinkan denga tiadanya teknisi ahlinya. Hanya tenaga honor setempat yang bertugas mengecek fungsi guna pembangkit listrik setiap pekannya.

“Fasilitasnya sudah rusak semua, tidak ada yang merawat,” ungkapnya.

Khairansyah mengatakan aliran listrik pembangkit listrik tersebut hanya mampu untuk kebutuhan penerangan masyarakat setempat. Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, dia mengatakan warga musti menyiapkan fasilitas sendiri seperti genset.

Warga pengguna genset, Yetni mengaku setiap harinya menghabiskan 7 liter solar untuk keperluan bahan bakar genset. Satu liter solar eceran di Maratua dihargai Rp 10 ribu.

“Sehingga minimal untuk listrik butuh Rp 70 ribu setiap harinya,” paparnya.

Yetni terkadang juga menyewakan sebagian kamarnya untuk tempat menginap wisatawan di Maratua. Sewa kamar perumahan warga setempat berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu per malamnya.

“Untuk menutupi kebutuhan listrik di sini,” ujarnya.

Hampir seluruh kepulauan Derawan belum teraliri fasilitas listrik dengan maksimal. Dari sekian banyak pulau hanya Derawan yang mendapatkan fasilitas listrik PLN sedangkan sisanya seperti Maratua, Kakaban dan Sangalaki mah memprihatinkan.

Pantauan di Maratua terlihat pembangkit listrik tenaga surya dan angin terletak di Kampung Tanjung Harapan. Lokasi pembangkit listrik tenaga angin terlihat berdiri di atas tiang setinggi 10 meter berdiameter lingkaran baling baling 1,5 meter. Baling baling pembangkit sama sekali tidak bergerak meskipun tertipup angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *