Dari Fatwa MUI Situbondo kata Sugiri telah dikomunikasikan ke MUI Jawa Timur dan sekarang telah menyatakan bahwa program kb Vasektomi  telah halal. “ Tinggal nanti pusat (MUI),”katanya.

Dengan adanya perubahan itu, kata Sugiri pihaknya menargetkan peserta KB pria dari  persen menjadi dua kalipatnya,  jika MUI mengeluarkan fatwa soal KB Vasektomi ini. Sekarang ini jauh sekali peserta KB nasional 29 juta lebih, itu 1,5 persen itu peserta KB pria terdiri dari kondom penggunanya hanya 0,8 pesen dan vasektomi 0,7 persen,” jelasnya.

Pengendalian pertumbuhan penduduk pada awal 2000 sudah mulai berjalan sesuai track dan lebih bagus. Terutama pada lima tahun terakhir yang sudah mampu melakukan pengendalian penduduk. “ Saya prediksi tahun 2012 ini pertumbuhan penduduknya 1,4 persen,” ujarnya.

Saat ini berdasarkan data BKKBN  Sugiri menyebutkan  sebanyak 95 persen penduduk mengetahui program KB. Namun sebagain besar mereka belum berani mengambil sikpa untuk berKB dengan berbagai alasan.

“ Sebanyak 95 persen  keluarga sudah tahu keluarga berencana namun yang ikut program KB 61,4 persen. 9,1 masih berpikir soal KB alasannya mereka takut alat kontrasepsi dan takut biaya-biaya lagi jadi akses pelayanan KB harus ditangani lebih baik lagi agar pemikiran masyarakat lebih terbuka. Kita akan coba mengejar yang 9,1 persen ini,” paparnya.

Dari 33 provinsi terdapat lima provinsi yang memiliki tingkat vertilitas terbaik yakni provinsi Yogyakarta dengan tingkat vertilitasnya 1,5-1,6 diikuti oleh provinsi Bali, Jawa Timur dan DKI Jakarta. “ Sedangkan Kaltim berada dikisaran 10 atau 11,” katanya.

Pertemuan Nasional Konsultasi Kepala Seksi di lingkungan  Mission Center Program Pembangunan kependudukan dan KB 2012 se Indonesia diselanggarakan 15-18 April 2012. Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari BKKBN seluruh Indonesia dan  dibuka oleh Kepala BKKBN Pusat  Sugiri Syarief yang, dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek, Kepala BKKBN Kaltim Djufrie Yasin, Walikota Balikpapan Rizal Effendi .

“Kegiatan ini untuk merancang plan of action pada 2012, sebagai lanjutan dari startegi yang sudah disusun pada tahun sebelumnya. Jadi kita tinggal lakukan pencapaian target-targetnya yang sudah ditetapkan dalam RPJM BKKN,” tambah Sugiri.