Sawah di TarakanNewsBalikpapan –

Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan produksi beras nasional tidak terpengaruh intensitas bencana alam terjadi di tanah air. Stok beras Bulog mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Tapi sampai dengan hari ini pada dasarnya kita cukup, persiapan pangan kita cukup,” kata Dirut Bulog Sutarto Alimoeso, Rabu (5/3).

Sutarto memprediksi panen nasional menghasilkan beras hingga 3,5 juta ton pada tahun 2014 ini. Bulog juga menyiapkan ketahanan pangan nasional sebanyak 3,5 juta ton beras hasil panen petani.

Meski demikian, Sutarto mengakui bencana banjir terjadi di sejumlah daerah menjadi lumbung pangan nasional Sidoarjo, Sragen dan Karanganyar. Bencana ini terjadi tiap tahun dan tidak mempengaruhi produksi beras skala nasional.

Pulau Jawa masih menjadi andalan produksi beras nasional karena menyumbang hingga 60 persen.  Produksi beras Kalimantan belum mencukupi serta tergantung suplai petani dari Jawa.

“Produksi beras Kalimantan hanya 5 persen saja dari skala nasional,” paparnya.

Kebijakan impor beras diberlakukan disaat genting saja, kala panen nasional tidak mencukupi kebutuhan pasar. Seperti terjadi tahun 2013 lalu, Bulog tidak melakukan impor beras.