Pria berkebangsaan Sri Langka yang kini menjadi tambatan hatinya dalam dua tahun terakhir ini, dianggapnya sosok yang sangat menghargai cinta. Karena itulah ia luluh dan menerima cinta. Bahkan bersedia ikut dan tinggal bersama Shivaratnam Dhillharan, meski tidak dalam ikatan cinta.

“Semua wanita itu bukan hanya ingin dicintai, tapi juga dihargai. Karena itu jika laki-laki tahu memperlakukan wanita tentu, dia tahu bagaimana menghargai wanita. Itulah yang dilakukan tunangan saya selama ini, sehingga saya mau ikut dia,” imbuhnya.

Meski begitu, dirinya sebenarnya tidak pernah berpikir atau pun memilih akan jatuh cinta dengan pria asing. Hanya saja memang kebetulan dirinya bertemu, kemudian jatuh cinta sama pria asing yang kini bekerja di Australia itu.

“Saya suka karakter dia, begitu juga dia. Dia apa adanya, begitu juga dengan sikapnya. Jadi memang saya tidak pernah merencanakan semuanya,” tuturnya.

Dian Putri tidak terlalu kesulitan dalam menyesuaikan soal gaya, tradisi maupun selera makanan. Tidak terlalu jauh perbedaanya soal gaya hidup antara masyarakat Sri Langka dengan Indonesia yang masih sama sama berada di kawasan Asia Tenggara.

“Kita kan culture nya sama, dia dari Asia, khususnya soal makanan juga tidak ada masalah, kalau pun ada hanya kebiasaan saja itu juga tidak terlalu spesifik,” sebutnya.

Sudah dua tahun di Australia, Dian Putri bukan lantas diartikan melupakan status kewarga negaraanya di Indonesia. Dia mengaku akan tetap mempertahankan status

status kewarganegaraannya hingga suatu hari menghabiskan hidupnya di Balikpapan.

Begitu pula saat memiliki anak, dia akan memberikan kebebasan sepenuhnya pada anaknya untuk memilih.

“Saya mencintai Indonesia, sampai kapanpun saya akan tetap berkewarganegaraan Indonesia. Saya tetap akan kembali ke Indonesia suatu saat dan menetap selamanya,” ujar Dian yang belum memastikan kapan dia akan menikah.

Ditanya soal kawin kontrak yang cenderung menjadi gaya hidup di Balikpapan, Dian tidak kaget. Karena memang di Balikpapan banyak perusahaan asing yang mempekerjakan juga tenaga asing. Bahkan data Dinas Kependudukkan dan Catatan Sipil Balikpapan ada sekitar 1000 warga negara asing yang sekarang menetap di Kota yang dulu dikenal dengan sebutan Kota Minyak.

“Mungkin pengaruhnya karena memang banyak kaum ekspatriat di Balikpapan menetap dan bekerja di Balikpapan. Di Balikpapan kan juga ada tempat-tempat khusus kaum ekspatriat,” tuturnya.