Dino Pati Djalal dan Pedagang Salome Balikpapan
22 February 2014
Saatnya Nasionalisasi Blok Mahakam
22 February 2014

Pramono Edhie : Singapura Macam Macam, Kita Kencingi

Pramono Edhie Wibowo 1NewsBalikpapan –

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo jadi salah seorang yang geram menyusul konflik KRI Usman – Harun disoal Singapura. Negara ini dinilai tidak menampilkan sikap terpuji sebagai negara bertetangga yang semestinya saling menghormati urusan dalam negeri masing masing.

“Singapura macam macam, kita kencingi saja mereka,” ketusnya saat di Balikpapan, Jumat (21/2).

Edhie mengatakan pemberian nama KRI Usman – Harun jadi kewenangan dalam negeri Indonesia. Pemerintah sudah menetapkan KKO Usman dan Harun menjadi pahlawan yang gugur saat melaksanakan tugas di medan perang.

“Keduanya berangkat saat ini setelah mendapatkan surat perintah dari negara. Artinya mereka melaksanakan tugas negara dan bukan teroris,” tegasnya.

Protes Singapura ini, menurut Edhie adalah suatu bentuk intervensi atas suatu negara lain yang berdaulat. Pemerintah Indonesia juga tidak terlalu emosional saat Singapura tidak kunjung melupakan para koruptor BLBI yang diduga bersembunyi di negara ini.

“Kita rubah nama KRI Usman – Harun, tapi kembalikan juga buronan BLBI,” paparnya.

Edhie meminta pemerintah agar mengabaikan keberatan Singapura ini yang sudah dilayangkan ke Kementerian Luar Negeri Indonesia. Dalam hubungan dua negara bertetangga, dia berpendapat Indonesia punya nilai tawar yang lebih besar dibandingkan milik Singapura.

“Mereka larang kapal kita, kita juga bisa melarang kapal mereka lewat di perairan Indonesia. Mereka tidak jual BBM lagi, kita juga tidak usah beli lagi dari mereka. Sebenarnya nilai tawar kita lebih tinggi dibandingkan mereka. Kenapa harus takut,” ungkapnya.

Namun demikian, Edhie juga mengakui konflik Singapura – Indonesia harus diselesaikan secara beradab. Menurutnya masing masing negara harus belajar untuk saling menghormati urusan dalam negeri negara lain.

“Diselesaikan secara diplomasi, meskipun saya mantan tentara, perang adalah pilihan terakhir,” ujarnya.

Pramono Edhie Wibowo merupakan salah satu peserta konvensi capres Partai Demokrat. Dia merupakan capres yang akan mengklaim akan bertindak tegas saat menyikapi permasalahan dalam maupun luar negeri Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *