NewsBalikpapan –

Produsen Huawei siap berjibaku merebut pangsa pasar ponsel pintar di Kalimantan. Perusahaan teknologi asal China gemas hingga kini belum mampu menanamkan pengaruhnya merebut pasar gadget Indonesia.

“Penjualan ponsel kami belum ada apa apanya di Indonesia,” keluh Channel Sales Director Huawei CBG di Balikpapan, Lo Khing Seng, Selasa (28/11).

Khing Seng mengatakan, penjualan ponsel merk Huawei di Indonesia diperkirakan masih dibawah 2 persen dari seluruh market Indonesia. Pria Sunda ini malah yakin penjualan ponselnya dibawah angka tersebut dibandingkan produsen lainnya.

“Sehingga bisa dikatakan jarang bisa menemui ponsel kami di outlet ponsel,” ujarnya.

Angka ini jauh tertinggal dibandingkan penjualan dunia yang menduduki peringkat tiga di kawasan Amerika, Eropa dan China. Ponsel Huawei bahkan beberapa kali mampu bersaing lawan produsen sekelas Apple.

“Penjualan kami pernah sedikit diatas penjualan ponsel produksi Apple. Ponsel kami mampu menembus pasar Amerika Serikat dan Eropa yang punya standar kualifikasi tinggi dan tidak sembarang ponsel bisa jualan disana,” paparnya.

Produsen Huawei sendiri, menurut Khing Seng menjadi perusahaan teknologi nomor wahid di China selama beberapa tahun terakhir. Huawei selalu berkomitmen dalam pengembangan teknologi pembuatan produk berkualifikasi tinggi.

“Kami selalu mengalokasikan 10 persen dari pendapatan untuk pengembanga teknologi produk. Pendapat Huawei mencapai 17 miliar US dolar tahun 2016 lalu sehingga bisa dibayangkan keseriusan kami,” ungkapnya.

Namun demikian, Khing Seng mengakui pihaknya lemah dalam pengemasan produk ponsel dibandingkan produsen produsen lain di Indonesia. Dia mengakui produsen lain jauh lebih agresif dalam menggaet pasar ponsel yang ada di Indonesia.

“Padahal dari sisi produk, kami jauh lebih unggul dari segi kualitas dan harga yang bersaing. Soal ini, kami memang harus banyak belajar dari yang lainnya,” ujarnya.

Sehubungan itu, Khing Seng menyatakan, Huawei menggandeng distributor lokal yang diyakini mampu memasarkan dengan maksimal produksi ponsel di seluruh Indonesia. PT Hajusuna Indo Perkasa ditunjuk mengawal pemasaran produknya di Kalimantan.

“Sudah dibuka tiga kantor cabang tiga kota Kalimantan yakni Banjarmasin, Balikpapan dan Pontianak yang dilengkapi gudang masing masing. Kedepannya akan ada lima kantor cabang lain di Kalimantan untuk memperkuat penjualan kami,” sebutnya.

Manager Umum PT Hajusuna Indonesia Perkasa, Wave mengakui berat tugasnya mengenjot penjualan ponsel Huawei lawan produsen lain yang sudah duluan mendominasi pasar Kalimantan. Huawei sudah mematok target  meraih 5 persen market share penjualan untuk Kalimantan di akhir 2018 mendatang.

“Perlu kerja keras penjualan di Kalimantan, namun kami harus mampu mencapai peringkat tiga penjualan disini,” tegasnya.

Produsen Huawei juga baru saja meluncurkan produk ponsel baru, Nova 2i sarat teknologi dengan harga bersaing. Ponsel ini dilengkapi teknologi fotografi swafoto berkualitas tinggi, prosesor lebih cepat hingga baterai aktif dua hari.

“Masyarakat Indonesia hobie swafoto dan ponsel ini menawarkan fotografi pemula denga hasil profesional. Ada survey dalam setahun dilakukan 1 triliun swafoto dan kami merepon langsung hal ini,” tuturnya.