Proses belajarNewsBalikpapan –
PT PLN Kalimantan Timur mengoperasikan pembangkit listrik tenagas gas Peaking Tanjung Batu 25 x 2 MW di Sistim Mahakam. Pembangkit ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan defisit listrik di Kaltim sebesar 20 MW di kondisi beban puncak.
“Bulan-bulan ini akan lebih baik dari kemarin. Kita memasukan 50 MW ke sistem Mahakam PLTG Peaking di Tanjung Batu,” kata Direktur Direktur Operasi PLN Indonesia Timur Vickner Sinaga, Minggu (15/12).
Sinaga mengatakan beban puncak daya Sistim Mahakam sebesar 220 MW atau defisit 20 MW supplay PLN. Pembangkit listrik PLN hanya mampu mensuplay daya 200 MW.
Awal tahun 2014 nanti, Sinaga mengatakan PLN akan mengoperasikan pembangkit gas Senipah berdaya 42 x 2 MW. Pembangkit listrik ini mampu memperkuat daya Sistim Mahakam untuk memenuhi kebutuhan listrik Kaltim sebesar 425 MW.
Menurut Sinaga, PLN bisa melayani permintaan sambungan listrik pelanggan baru di Kaltim. Termasuk penyimpanan cadangan listrik jika sewaktu-waktu terjadi perbaikan pembangkit.
Meski surplus, namun Sinaga belum menjamin apakah tidak akan terjadi pemadaman lagi di Kaltim. Pemadaman listrik bisa juga disebabkan factor ekternal seperti alam, bahan bakar dan sebainya.
“Seperti di Bunyu itu gangguan 4 kali bukan karena pembangkitnya disambar petir, ternyata gas kotor sehingga tegangan turun ini faktanya. Jadi Banyak hal-hal diluar PLN,” paparnya.